Begitulah bahasa bekerja. Ia bisa menjelaskan kenyataan, sekaligus menyamarkan keburukan.
Jangan-jangan, yang membedakan kenakalan anak-anak dan orang dewasa bukan wataknya, melainkan kemampuan menyusun alasan.
Anggaran Kenakalan
Setiap kenakalan punya anggaran. Ada yang membutuhkan uang, ada yang menghabiskan waktu, ada pula yang ongkosnya dibebankan kepada orang lain.
Pemain judi online menganggarkan saldo. Orang yang berselingkuh menganggarkan perjalanan dan alasan. Pejabat yang menyalahgunakan kewenangan, jika terbukti melakukannya, mungkin menganggarkan lebih banyak hal: kepentingan, jaringan, bahkan risiko.
Kenakalan juga mengenal biaya operasional, biaya pemeliharaan, dan biaya tak terduga. Masalahnya, pelaku sering hanya menghitung keuntungan. Kerugian orang lain tidak masuk pembukuan.
Dalam kebudayaan kita, urusan pembagian kadang dibungkus musyawarah, kedekatan, dan rasa sungkan. Semuanya baik selama tidak dipakai untuk mengamankan kepentingan sendiri.
Sebab, berbagi berbeda dengan membagi-bagi. Yang pertama memikirkan keadilan. Yang kedua bisa sekadar memastikan semua orang dalam lingkaran kebagian.
Nakal ke Anggaran
Nakal ke anggaran berbeda dengan anggaran kenakalan. Yang pertama mengarah pada tindakan mempermainkan alokasi. Yang kedua merupakan rencana untuk membiayai kenakalan.

