Lanjut, bagaimana jika kita membuat istilah anggaran dosa?

Bukan untuk menyediakan jatah pelanggaran setiap bulan. Bukan pula agar orang bisa berbuat salah dengan perasaan lebih tenang.

Anggaran dosa adalah metafora tentang biaya moral yang sering tidak dihitung. Kepercayaan yang rusak, kesempatan yang hilang, pelayanan publik yang tertunda, hingga penderitaan orang lain.

Barangkali, inilah kesadaran baru yang perlu kita pelihara: mengenali kenakalan sendiri sebelum sibuk menghitung kenakalan orang lain.

Sebab, manusia paling berbahaya bukan selalu yang paling nakal. Bisa jadi, justru yang merasa dirinya tidak pernah nakal.

Rupanya, dan pada akhirnya, ternyata saya harus mulai menyusun anggaran kenakalan sendiri. Bukan untuk menambah daftar dosa, melainkan membatasi kecenderungan buruk yang selama ini terlalu mudah saya maklumi.

Itu saya anggap penting. Sebab, jika semua orang punya anggaran kenakalan, bukankah kenakalan itu akan terkontrol dengan sendirinya?

Totosan, Senin malam
12 Oktober 2026 | 20.46 WIB