Agus mengatakan, HMI mengambil posisi sebagai penengah di antara dua pandangan tersebut. Menurutnya, semua elemen mahasiswa dan masyarakat perlu menyambut momentum Hardiknas dengan harapan besar, tetapi tetap mengawalnya secara kritis.
“HMI mengajak semua kalangan menyambut momen ini dengan harapan tinggi, namun tetap mengawalnya dengan ketat. Kehadiran Menteri harus menjadi jembatan penyelesaian masalah pendidikan di Kabupaten Pamekasan, bukan hanya seremonial,†tegasnya.
Ia juga mengajak IMM, PMII, serta seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan energi dalam mengawal sektor pendidikan di Pamekasan.
Agus menilai, semangat kolaborasi diperlukan agar kondisi riil pendidikan dapat diketahui pemerintah pusat, sementara sikap kritis dibutuhkan agar lahir kebijakan nyata dan penggunaan anggaran yang jelas.
“Gunakan semangat kolaborasi agar kondisi asli pendidikan terlihat, dan gunakan sikap kritis agar kunjungan ini diikuti tindakan nyata serta anggaran yang transparan. Perbedaan pandangan adalah napas demokrasi, tetapi persatuan tujuan adalah kekuatan kita,†katanya.
Sebelum menutup keterangan, Agus berharap, kedatangan Abdul Mu’ti ke Pamekasan tidak berhenti sebagai agenda seremoni tahunan. Ia menilai, masyarakat membutuhkan langkah konkret yang benar-benar berdampak terhadap kualitas pendidikan di daerah.
“Mari kawal bersama agar kunjungan ini benar-benar membawa perbaikan nyata bagi pendidikan Pamekasan,†pungkas mahasiswa yang saat ini duduk di Semester 8 Fakultas Hukum UIM Pamekasan itu.
***