Sementara itu, Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan Kuswanto mengapresiasi langkah KSMI yang memanfaatkan Kejurkab sebagai bagian dari penjaringan atlet Porprov.

Menurut dia, kompetisi tersebut dapat menjadi ruang untuk menemukan bibit atlet potensial. Atlet terpilih selanjutnya dapat dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.

“Langkah seleksi atlet melalui Kejurkab ini sangat baik. Melalui turnamen seperti ini, kita bisa melihat dan menjaring atlet-atlet yang berpotensi untuk ditampilkan pada Porprov nanti,” kata Kuswanto.

Kuswanto meminta KSMI Pamekasan menjaga koordinasi dengan pengurus tingkat provinsi. 

"Koordinasi ini diperlukan agar proses seleksi sesuai dengan regulasi Porprov," ucapnya.

Perhatian khusus perlu diberikan pada ketentuan batas usia atlet. Aturan tersebut menjadi salah satu persyaratan yang harus dipastikan sebelum pembentukan tim Porprov Pamekasan.

“Pengurus KSMI Pamekasan harus sering berkoordinasi dengan pihak provinsi terkait regulasi dan batasan usia atlet yang akan ditampilkan dalam kejuaraan Porprov,” ujarnya.

Kuswanto juga mendorong pelatih di setiap sekolah meningkatkan pembinaan atlet muda. Menurut dia, pembinaan yang konsisten dinilai dapat memperbesar peluang Pamekasan melahirkan pemain mini soccer berkualitas.

“Saya yakin para pelatih dapat membimbing anak didiknya masing-masing sehingga nantinya dapat melahirkan atlet-atlet yang bagus dan mampu membawa nama baik Pamekasan,” tandasnya.   ***