PAMEKASAN, DIMADURA-Komite Sepak Bola Mini Seluruh Indonesia (KSMI) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mulai menjaring atlet mini soccer untuk diproyeksikan memperkuat kontingen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Penjaringan dilakukan melalui Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) di Lapangan Mini Soccer Puri Dewata, Pamekasan.
Sebanyak 16 tim dari jenjang SMA sederajat se-Kabupaten Pamekasan mengikuti turnamen tersebut.
Ketua KSMI Pamekasan Mahfud mengatakan, Kejurkab menjadi bagian dari proses seleksi atlet.
Pertandingan itu dinilai memberi kesempatan kepada tim seleksi untuk melihat kemampuan pemain secara langsung.
“Seleksi kami lakukan melalui Kejurkab. Dari sini kami bisa melihat potensi pemain yang layak masuk dalam tim Porprov Jawa Timur,” kata Mahfud.
Menurut Mahfud, penilaian tidak hanya didasarkan pada kemampuan teknik. Tim seleksi juga memperhatikan kondisi fisik, mental bertanding, serta kemampuan pemain dalam membangun kerja sama tim.
Sistem kompetisi tersebut dinilai dapat membantu proses pemantauan secara lebih objektif.
Pemain yang menunjukkan performa menonjol akan masuk dalam daftar pemantauan untuk mengikuti pembinaan selanjutnya.
“Dengan sistem seleksi melalui kompetisi, tim seleksi lebih mudah memantau kemampuan setiap atlet. Pemain yang memiliki potensi akan kami catat dan dipantau lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan Kuswanto mengapresiasi langkah KSMI yang memanfaatkan Kejurkab sebagai bagian dari penjaringan atlet Porprov.
Menurut dia, kompetisi tersebut dapat menjadi ruang untuk menemukan bibit atlet potensial. Atlet terpilih selanjutnya dapat dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.
“Langkah seleksi atlet melalui Kejurkab ini sangat baik. Melalui turnamen seperti ini, kita bisa melihat dan menjaring atlet-atlet yang berpotensi untuk ditampilkan pada Porprov nanti,” kata Kuswanto.
Kuswanto meminta KSMI Pamekasan menjaga koordinasi dengan pengurus tingkat provinsi.
"Koordinasi ini diperlukan agar proses seleksi sesuai dengan regulasi Porprov," ucapnya.
Perhatian khusus perlu diberikan pada ketentuan batas usia atlet. Aturan tersebut menjadi salah satu persyaratan yang harus dipastikan sebelum pembentukan tim Porprov Pamekasan.
“Pengurus KSMI Pamekasan harus sering berkoordinasi dengan pihak provinsi terkait regulasi dan batasan usia atlet yang akan ditampilkan dalam kejuaraan Porprov,” ujarnya.
Kuswanto juga mendorong pelatih di setiap sekolah meningkatkan pembinaan atlet muda. Menurut dia, pembinaan yang konsisten dinilai dapat memperbesar peluang Pamekasan melahirkan pemain mini soccer berkualitas.
“Saya yakin para pelatih dapat membimbing anak didiknya masing-masing sehingga nantinya dapat melahirkan atlet-atlet yang bagus dan mampu membawa nama baik Pamekasan,” tandasnya. ***

