"Bagus.. Bagus.. senga' pata'at ka reng seppo dhuwa'na ya, patoro' oca' ka guruna (Bagus.. Bagus.. ingat harus taat kepada orangtua dan patuhi apa yang diajarkan oleh gurumu," ucap seorang bapak tua sambil menyodorkan selembar uang.

"Salamet ya, salamet kabbi," ujar Bu Lek, mendoakan keselamatan bagi mereka di dunia dan akhirat.

Di bawah cahaya lampu-lampu rumah yang temaram, suasana terasa begitu akrab. Anak-anak terus melangkah, mengetuk satu pintu ke pintu lain, membawa kebahagiaan dalam genggaman kecil mereka.

Setelah usai dan pulang ke rumah masing-masing, anak-anak itu langsung salim ke ortu, disambut hangat ibu mereka sambil menghitung jumlah uang dan kue yang mereka dapatkan.

Malam Nisfu Sya’ban di Sumenep, Madura bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan tradisi yang mempererat tali silaturahmi, menghadirkan kehangatan dalam hubungan antarsesama.***