DIMADURA.ID - Kèrata Bhâsa merupakan cara orang Madura mendefinisikan suatu kata yang dekat dengan kehidupan mereka.
Gaya ungkap kèrata bhâsa ini dapat dikatakan unik karena hampir semua kata (oca')--terutama kata benda dalam bahasa Madura--bisa dijadikan kèrata bhâsa.
Selain itu,
kèrata bhâsa memiliki tempat khusus dalam kesusastraan daerah yang terkenal dengan sebutan Pulau Garam ini.
Ketika
kèrata bhâsa sebuah kata diucapkan, kata tersebut pun jadi lebih bermakna dan penuh kesan.
Sebut saja misal dari kata benda, songko'.
Kèrata bhâsa dari
songko' adalah,
sè kosong èpanongko'.
Contoh lagi, marongghi. Tanaman yang sarat akan vitamin ini dalam bahasa Indonesia kita sebut kelor.
Kèrata bhâsa ma-rong-ghi yakni,
macalè
rong ka ghi
ghi.
Macalèrong maksudnya, saat kita sarapan dengan kuah daun kelor, kadang daunnya yang telah lapuk dimasak itu nyangkut di sela-sela gigi. Entah apa bahasa Indonesia dari
macalèrong ya, Sobat dimadura!
Tidak hanya itu, ada banyak
kosakata bahasa Madura lain yang dapat dijadikan
kèrata bhâsa, tergantung seberapa pandai kita mencari "padanan suku kata" atau bunyi kata (
ghuru sowara) yang sama untuk
mendefinisikannya.
Berikut ini adalah 25 contoh kosakata lain yang telah punya definisi dari--atau menjadi--
kèrata bhâsa.
- Ghângan: malorghâ ka gherrungan. Ghângan berarti kuah dimana fungsinya adalah untuk melancarkan masuknya makanan saat ditelan lewat kerongkongan.
- Tongket: ètongtong pas ètekket. Artinya, tongkat adalah benda yang digotong (ètongtong) dan ditekan (ètekket) menunjuk tanah.
- Kobhi: koko kakabbhi (kokoh semuanya). Artinya, kobhi alias kopi adalah biji-bijian yang salah satu manfaatnya adalah menjadikan tubuh kokoh, karena meminumnya dapat menghilangkan rasa kantuk.
- Ḍâpor: kennenganna mará¸Ã¢Â bi' kompor (tempatnya bara api dan kompor).
- Nasè': Jhu-jhujjhuna tabu' sè mossè' atau maperna tabu' sè mossè'
- Somor: Èsoso salanjhângnga omor
- Ḍhukon: á¸hu-buá¸á¸huna lalakon
- Sarabhi: Èsasar kakabbhi
- Pèssè: Pès-tèpès aèssè
- Topa': Mamonto tabu' sè kèpa'
- Kona: Koko parana
- Terbhâng: Bunter kebbhâng
- Ca'na: Ca'-oca' sè ta' genna; Ca'-oca' sè taá¸Ã¢' ghunana. Tapi ada yang mengatakan, ca'na berarti Ca'-oca' sè bâá¸Ã¢ ghunana.
- Pajung: Ètampa èjhungjung
- Topèng: Po-topona kopèng
- Karjâ: Akarkar bhârâng sè rajâ
- Manossa: Nyaman bân sossa
- Kento': Sèla èpasekken pagghun ngalto'
- Mano': Nyaman nyono'
- Jhuko': Jhu-jhujjhuna tabu' sè tako'
- Dhâmar: Mapalasdhâ bhârâng sè samar
- Cangkèr: Ècangcang èkèr-pèkkèr. Ada yang mengatakan, macangcang ka pèkkèr
- Serbit: Mon nèser jhâ' bit-abit
- Kerrès: Kerker tapè marèngès
- Rèngsa: Gibâ rèng-mèrèng ma' kobâssa
Dihimpun dari berbagai sumber, itulah 25
contoh kèrata bhâsa yang dapat redaksi sebutkan untuk para pembaca dimadura, siapapun dan dimanapun Anda berada.
Jika tarètan punya
contoh kèrata bhâsa lain, silakan tulis di kolom komentar, ya..
Cara merangkai
kèrata bhâsa sebenarnya sangatlah mudah. Dengan memperhatikan sejumlah contoh di atas, tentu para maos sudah dapat menentukan dan mempraktekkannya.
Singkat penjelasan, cara merangkai
kèrata bhâsa adalah dengan terlebih dahulu menentukan satu kata yang menurut kalian kata tersebut unik dan menarik.
Perhatikan suku kata yang ada pada kata tersebut. Lalu bayangkan, apa kira-kira definisi kata tersebut. Kalau kesulitan, kalian bisa melihatnya dalam kamus.
Nah, setelah mengetahui definisinya, maka tinggal tentukan saja kemana kata tersebut hendak kalian plesetkan.
Ambil satu cosatu kosakata: Orèng towa. Nah, saat membayangkan seperti apa itu orèng towa, maka
kèrata bhâsa kata tersebut boleh langsung kalian plesetkan menjadi misal: rèng-mèrèng sè mettowa. Haha..
Gimana? Gampang, bukan!
Nah, sekarang silakan kalian tulis satu dua contoh lain
kèrata bhâsa karangan kalian di bawah artikel ini, di kolom komentar, ya..
Sekian dulu.
Salam sèttong á¸Ã¢râ, Madhurâ!