Sementara itu, dr. Didik Permadi, membahas tentang rehabilitasi dan penanganan komplikasi fisik akibat diabetes, termasuk pentingnya terapi fisik dan latihan terstruktur untuk menjaga mobilitas pasien.

Dalam kesempatan ini, peserta juga mendapat pelatihan langsung terkait teknik pemantauan gula darah dan penyusunan rencana pengelolaan individu (RPI), sehingga pelatihan diabetes ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Dinkes P2KB Sumenep untuk memperkuat sistem layanan kesehatan primer dalam menghadapi tantangan penyakit tidak menular, khususnya diabetes yang kini menjadi ancaman kesehatan masyarakat.

Dengan pelatihan ini, diharapkan Puskesmas dan klinik di seluruh Sumenep mampu memberikan pelayanan yang terarah, efektif, dan terukur dalam penanganan diabetes, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien.***