EDITORIAL, DIMADURA — PT Sumekar Sumenep, perusahaan daerah yang mengelola Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III, tengah diterpa persoalan pelik. Sejumlah media lokal melaporkan gaji karyawan menunggak hingga 22 bulan, kapal mangkrak sejak April 2025, dan aksi mogok kerja awak kapal.

Situasi tersebut kian rumit karena kini, muncul dugaan kuat bahwa masalah keuangan PT Sumekar dipicu oleh kredit bermasalah senilai miliaran rupiah, ditambah kredit macet pribadi sang direktur kepada salah satu bank penyalur.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media, tunggakan gaji karyawan PT Sumekar mencapai sekitar Rp3 miliar, disinyalir inilah penyebab setidaknya 67 pegawai terpaksa menghentikan aktivitas operasional.

Kapal penumpang yang mestinya menjadi urat nadi transportasi antar kepulauan Sumenep dilaporkan kini hanya menjadi besi tua yang terparkir di Pelabuhan Kalianget.

Komisaris PT Sumekar, Muhammad Romli, membenarkan KMP DBS III sedang mangkrak, tetapi menekankan persoalan tidak semata terkait aksi mogok kerja. “Ada komponen kapal yang perlu diperbaiki, yaitu generator,” ungkapnya kepada wartawan, sebagaimana dilansir Madura Indepth, Kamis (7/8/2025).

Romli menyebut perbaikan sedang berjalan dan optimistis kapal akan kembali melaut. “Mungkin sebentar lagi sudah bisa dioperasikan,” klaimnya.

Direktur PT Sumekar, Syaiful Bahri, menegaskan operasional belum bisa dipastikan karena mesin kapal belum tuntas diperbaiki. “Masih nunggu datangnya genset yang diservice,” katanya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan SDA Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menargetkan pengoperasian paling lambat pekan depan. “Minggu depan beroperasi, sekarang masih menyelesaikan perbaikan generator,” ujarnya, masih dikutip dari Madura Indepth.

Dalam laporan Madura Expos, Dadang menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi termasuk dengan kru kapal. Menurutnya, operasional kapal segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Mungkin sebentar lagi sudah bisa dioperasikan,” klaimnya, Selasa (16/9/2025).