SAKÈTHÈNG, MATERI – Merangkum
Ensiklopedi Hadits, ternyata hadis yang menjelaskan keutamaan puasa di Bulan Syawal hanya ada 7 dalam kitab 9 imam, selain Shahih Bukhari, Sunan Nasa'i dan Kitab Muwattha' Imam Malik.
7 hadis tentang
keutamaan Puasa Syawal itu diriwayatkan oleh 6 imam, antara lain dalam Shahih Muslim pada nomor hadis 1984, kemudian di Sunan Abu Daud (2078), Sunan Ahmad (22459), Hadis Tirmidzi (690), Ibnu Majah (1706 dan 1734) dan dalam Sunan Darimi (1689).
Sementara dalam Sunan Nasa'i, hadis tentang Bulan Syawal justru hanya ada 3 hadis. Masing-masing menjelaskan tentang: 1) sunnah iktikaf di Bulan Syawal, 2) masuknya hari raya idulfitri, dan yang terakhir ke- 3) tentang hari dimana Nabi Muhammad menikah dan berkumpul dengan Siti Aisyah.
Demikian pula dalam Kitab Muwattha' karya Imam Malik. Riwayat hadis tentang bulan Syawal dalam 2 jilid kitab tersebut hanya menjelaskan 2 perkara sunnah, yakni tentang iktikaf dan umroh di bulan Syawal.
Kemudian dalam Shahih Bukhari, sama sekali tidak ditemukan riwayat tentang
keutamaan puasa syawal. Hanya ada 3 riwayat hadis yang keseluruhan menyebutkan tentang sunnah iktikaf di bulan Syawal.
Berikut redaksi sajikan 7 hadis tentang keutamaan puasa di bulan Syawal menurut riwayat 6 imam, yakni Imam Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Imam Abdullah bin Abdurrahman ad-Darimi.
Tidak ada salahnya sebagai referensi tambahan, berikutnya redaksi juga sertakan 3 riwayat hadis tentang bulan Syawal yang termaktub dalam Shahih Bukhari.
Baik, inilah 7 hadis tentang
Puasa Syawal yang termaktub dalam Shahih Muslim dan 5 imam lainnya yang telah disebutkan di atas.
1. Shahih Muslim Nomor 1984
ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا ÙŠÙŽØÙ’ÙŠÙŽÙ‰ بْن٠أَيّÙوبَ ÙˆÙŽÙ‚ÙØªÙŽÙŠÙ’بَة٠بْن٠سَعÙيد٠وَعَلÙيّ٠بْن٠ØÙجْر٠جَمÙيعًا عَنْ Ø¥ÙØ³Ù’مَعÙيلَ قَالَ ابْن٠أَيّÙوبَ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا Ø¥ÙØ³Ù’مَعÙيل٠بْن٠جَعْÙَر٠أَخْبَرَنÙÙŠ سَعْد٠بْن٠سَعÙيد٠بْن٠قَيْس٠عَنْ عÙمَرَ Ø¨Ù’Ù†Ù Ø«ÙŽØ§Ø¨ÙØªÙ بْن٠الْØÙŽØ§Ø±Ùث٠الْخَزْرَجÙيّ٠عَنْ أَبÙÙŠ أَيّÙوبَ الْأَنْصَارÙيّ٠رَضÙÙŠÙŽ اللَّه٠عَنْه٠أَنَّه٠ØÙŽØ¯Ù‘َثَه٠أَنَّ رَسÙولَ اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ Ø«Ùمَّ Ø£ÙŽØªÙ’Ø¨ÙŽØ¹ÙŽÙ‡Ù Ø³ÙØªÙ‘ًا Ù…Ùنْ شَوَّال٠كَانَ كَصÙيَام٠الدَّهْرÙ
Ùˆ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا ابْن٠نÙمَيْر٠ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا أَبÙÙŠ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا سَعْد٠بْن٠سَعÙيد٠أَخÙÙˆ ÙŠÙŽØÙ’ÙŠÙŽÙ‰ بْن٠سَعÙيد٠أَخْبَرَنَا عÙÙ…ÙŽØ±Ù Ø¨Ù’Ù†Ù Ø«ÙŽØ§Ø¨ÙØªÙ أَخْبَرَنَا أَبÙÙˆ أَيّÙوبَ الْأَنْصَارÙيّ٠رَضÙÙŠÙŽ اللَّه٠عَنْه٠قَالَ Ø³ÙŽÙ…ÙØ¹Ù’ت٠رَسÙولَ اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ ÙŠÙŽÙ‚Ùول٠بÙÙ…ÙØ«Ù’Ù„ÙÙ‡Ù Ùˆ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَاه أَبÙÙˆ بَكْر٠بْن٠أَبÙÙŠ شَيْبَةَ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا Ø¹ÙŽØ¨Ù’Ø¯Ù Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø¨Ù’Ù†Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¨ÙŽØ§Ø±ÙŽÙƒÙ عَنْ سَعْد٠بْن٠سَعÙيد٠قَالَ Ø³ÙŽÙ…ÙØ¹Ù’ت٠عÙمَرَ بْنَ Ø«ÙŽØ§Ø¨ÙØªÙ قَالَ Ø³ÙŽÙ…ÙØ¹Ù’ت٠أَبَا أَيّÙوبَ رَضÙÙŠÙŽ اللَّه٠عَنْه٠يَقÙÙˆÙ„ÙØ§ قَالَ رَسÙول٠اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ بÙÙ…ÙØ«Ù’Ù„ÙÙ‡
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah bin Sa'id dan Ali bin Hujr, semuanya dari Isma'il. Ibnu Ayyub berkata. Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far, telah mengabarkan kepadaku Sa'd bin Sa'id bin Qais dari Umar bin Tsabit bin Harits Al Khazraji dari Abu Ayyub Al Anshari radhiallahu'anhu, bahwa ia telah menceritakan kepadanya. Sesungguhnya Rasulullah ï·º bersabda:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun."
Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair, telah menceritakan kepada kami bapakku, telah menceritakan kepada kami Sa'ad bin Sa'id saudaranya Yahya bin Sa'id, telah mengabarkan kepada kami Umar bin Tsabit, telah mengabarkan kepada kami Ayyub Al Anshari radhiallahu'anhu, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah ï·º bersabda dengan hadits semisalnya.
Dan telah menceritakannya kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Mubarak dari Sa'ad bin Sa'id, ia berkata, Aku mendengar Umar bin Tsabit berkata, Aku mendengar Abu Ayyub radhiallahu'anhu berkata, Rasulullah ï·º bersabda dengan hadits yang serupa.
2. Sunan Abu Daud Nomor 2078
ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا أَبÙÙˆ Ù…ÙØ¹ÙŽØ§ÙˆÙيَةَ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا سَعْد٠بْن٠سَعÙيد٠عَنْ عÙمَرَ Ø¨Ù’Ù†Ù Ø«ÙŽØ§Ø¨ÙØªÙ عَنْ أَبÙÙŠ أَيّÙوبَ الْأَنْصَارÙيّ٠قَالَ قَالَ رَسÙول٠اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ Ø«Ùمَّ Ø£ÙŽØªÙ’Ø¨ÙŽØ¹ÙŽÙ‡Ù Ø³ÙØªÙ‘ًا Ù…Ùنْ شَوَّال٠ÙَذَلÙÙƒÙŽ صÙيَام٠الدَّهْرÙ
Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Sa'ad bin Sa'id dari 'Umar bin Tsabit dari Abu Ayyub Al Anshari berkata, Rasulullah ï·º bersabda:
"Barangsiapa puasa Ramadan kemudian dilanjutkan enam hari di bulan Syawal, terhitung puasa sepanjang masa."
3. Sunan Tirmidzi Nomor 690
ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا Ø£ÙŽØÙ’مَد٠بْن٠مَنÙيع٠ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا أَبÙÙˆ Ù…ÙØ¹ÙŽØ§ÙˆÙيَةَ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا سَعْد٠بْن٠سَعÙيد٠عَنْ عÙمَرَ Ø¨Ù’Ù†Ù Ø«ÙŽØ§Ø¨ÙØªÙ عَنْ أَبÙÙŠ أَيّÙوبَ قَالَ قَالَ النَّبÙيّ٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ Ø«Ùمَّ Ø£ÙŽØªÙ’Ø¨ÙŽØ¹ÙŽÙ‡Ù Ø³ÙØªÙ‘ًا Ù…Ùنْ شَوَّال٠ÙَذَلÙÙƒÙŽ صÙيَام٠الدَّهْر٠وَÙÙÙŠ الْبَاب عَنْ Ø¬ÙŽØ§Ø¨ÙØ±Ù وَأَبÙÙŠ Ù‡ÙØ±ÙŽÙŠÙ’رَةَ وَثَوْبَانَ قَالَ أَبÙÙˆ عÙيسَى ØÙŽØ¯Ùيث٠أَبÙÙŠ أَيّÙوبَ ØÙŽØ¯Ùيثٌ ØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŒ صَØÙÙŠØÙŒ وَقَدْ اسْتَØÙŽØ¨Ù‘ÙŽ قَوْمٌ صÙيَامَ Ø³ÙØªÙ‘َة٠أَيَّام٠مÙنْ شَوَّال٠بÙهَذَا الْØÙŽØ¯Ùيث٠قَالَ Ø§Ø¨Ù’Ù†Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¨ÙŽØ§Ø±ÙŽÙƒÙ Ù‡ÙÙˆÙŽ ØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŒ Ù‡ÙÙˆÙŽ Ù…ÙØ«Ù’ل٠صÙيَام٠ثَلَاثَة٠أَيَّام٠مÙنْ ÙƒÙلّ٠شَهْرÙ
قَالَ Ø§Ø¨Ù’Ù†Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¨ÙŽØ§Ø±ÙŽÙƒÙ ÙˆÙŽÙŠÙØ±Ù’ÙˆÙŽÙ‰ ÙÙÙŠ بَعْض٠الْØÙŽØ¯Ùيث٠وَيÙلْØÙŽÙ‚٠هَذَا الصّÙÙŠÙŽØ§Ù…Ù Ø¨ÙØ±ÙŽÙ…َضَانَ وَاخْتَارَ Ø§Ø¨Ù’Ù†Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¨ÙŽØ§Ø±ÙŽÙƒÙ أَنْ تَكÙونَ Ø³ÙØªÙ‘َةَ أَيَّام٠ÙÙÙŠ أَوَّل٠الشَّهْر٠وَقَدْ رÙÙˆÙÙŠÙŽ عَنْ Ø§Ø¨Ù’Ù†Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¨ÙŽØ§Ø±ÙŽÙƒÙ أَنَّه٠قَالَ Ø¥Ùنْ صَامَ Ø³ÙØªÙ‘َةَ أَيَّام٠مÙنْ Ø´ÙŽÙˆÙ‘ÙŽØ§Ù„Ù Ù…ÙØªÙŽÙَرّÙقًا ÙÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ Ø¬ÙŽØ§Ø¦ÙØ²ÙŒ قَالَ وَقَدْ رَوَى عَبْد٠الْعَزÙÙŠØ²Ù Ø¨Ù’Ù†Ù Ù…ÙØÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ¯Ù Ø¹ÙŽÙ†Ù’ صَÙْوَانَ بْن٠سÙلَيْم٠وَسَعْد٠بْن٠سَعÙيد٠هَذَا الْØÙŽØ¯Ùيثَ عَنْ عÙمَرَ Ø¨Ù’Ù†Ù Ø«ÙŽØ§Ø¨ÙØªÙ عَنْ أَبÙÙŠ أَيّÙوبَ عَنْ النَّبÙيّ٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ هَذَا وَرَوَى Ø´ÙØ¹Ù’بَة٠عَنْ وَرْقَاءَ بْن٠عÙمَرَ عَنْ سَعْد٠بْن٠سَعÙيد٠هَذَا الْØÙŽØ¯Ùيثَ وَسَعْد٠بْن٠سَعÙيد٠هÙÙˆÙŽ Ø£ÙŽØ®ÙÙˆ ÙŠÙŽØÙ’ÙŠÙŽÙ‰ بْن٠سَعÙيد٠الْأَنْصَارÙيّÙ
وَقَدْ تَكَلَّمَ بَعْض٠أَهْل٠الْØÙŽØ¯Ùيث٠ÙÙÙŠ سَعْد٠بْن٠سَعÙيد٠مÙنْ Ù‚ÙØ¨ÙŽÙ„Ù ØÙÙْظÙÙ‡Ù ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا هَنَّادٌ قَالَ أَخْبَرَنَا الْØÙسَيْن٠بْن٠عَلÙÙŠÙ‘Ù Ø§Ù„Ù’Ø¬ÙØ¹Ù’ÙÙيّ٠عَنْ Ø¥ÙØ³Ù’رَائÙيلَ أَبÙÙŠ Ù…Ùوسَى عَنْ الْØÙŽØ³ÙŽÙ†Ù الْبَصْرÙيّ٠قَالَ كَانَ Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ ذÙÙƒÙØ±ÙŽ Ø¹Ùنْدَه٠صÙÙŠÙŽØ§Ù…Ù Ø³ÙØªÙ‘َة٠أَيَّام٠مÙنْ شَوَّال٠ÙÙŽÙŠÙŽÙ‚Ùول٠وَاللَّه٠لَقَدْ رَضÙÙŠÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø¨ÙØµÙيَام٠هَذَا الشَّهْر٠عَنْ السَّنَة٠كÙلّÙهَا
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani', telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Sa'd bin Sa'id dari Umar bin Tsabit dari Abu Ayyub dia berkata, Rasulullah ï·º bersabda:
"Barang siapa yang berpuasa Ramadan yang dilanjutkan dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka hal itu sama dengan puasa setahun penuh."
Dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Jabir, Abu Hurairah dan Tsauban. Abu 'Isa berkata, hadits Abu Ayyub adalah hadits hasan shahih. Sebagian ulama menyukai untuk berpuasa enam hari di bulan Syawal berdasarkan hadits ini.
Ibnu Al Mubarak berkata, pendapat itu baik seperti halnya berpuasa tiga hari di pertengahan tiap bulan, Ibnu Al Mubarak melanjutkan, telah diriwayatkan di sebagian hadits, bahwa puasa ini lanjutan dari puasa Ramadan, Ibnu Mubarak memilih dan lebih menyukai berpuasa enam hari di awal bulan berturut-turut namun tidak mengapa jika ingin berpuasa enam hari tidak berurutan.
(Perawi) berkata, 'Abdul Aziz bin Muhammad, telah meriwayatkan hadits ini dari Shafwan bin Sulaim, sedangkan Sa'ad bin Sa'id meriwayatkannya dari Umar bin Tsabit dari Abu 'Ayyub dari Nabi ï·º. Begitu juga Syu'bah meriwayatkan hadits ini dari Warqa' bin Umar dari Sa'ad bin Sa'id.
Sa'ad bin Sa'id ialah saudaranya Yahya bin Sa'id Al Anshari, para ahlul hadits mencela Sa'ad bin Sa'id dari segi hafalannya. Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami Hasan bin Ali Al Ju'fi dari Isra'il Abu Musa dari Hasan Al Bashri beliau berkata:
"Jika disebutkan padanya puasa enam hari di bulan Syawal dia berkata, demi Allah, sungguh Allah telah ridha kepada puasa enam hari di bulan Syawal sebanding dengan puasa setahun penuh."
4. Sunan Ibnu Majah Nomor 1706
ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا عَلÙÙŠÙ‘Ù Ø¨Ù’Ù†Ù Ù…ÙØÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ¯Ù ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا عَبْد٠اللَّه٠بْن٠نÙمَيْر٠عَنْ سَعْد٠بْن٠سَعÙيد٠عَنْ عÙمَرَ Ø¨Ù’Ù†Ù Ø«ÙŽØ§Ø¨ÙØªÙ عَنْ أَبÙÙŠ أَيّÙوبَ قَالَ قَالَ رَسÙول٠اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ Ø«Ùمَّ Ø£ÙŽØªÙ’Ø¨ÙŽØ¹ÙŽÙ‡Ù Ø¨ÙØ³Ùتّ٠مÙنْ شَوَّال٠كَانَ كَصَوْم٠الدَّهْرÙ
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair dari Sa'd bin Sa'id dari Umar bin Tsabit dari Abu Ayyub ia berkata, Rasulullah ï·º bersabda:
"Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka itu senilai puasa satu tahun."
5. Sunan Ibnu Majah Nomor 1734
ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا Ù…ÙØÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ¯Ù Ø¨Ù’Ù†Ù Ø§Ù„ØµÙ‘ÙŽØ¨Ù‘ÙŽØ§ØÙ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا عَبْد٠الْعَزÙيز٠الدَّرَاوَرْدÙيّ٠عَنْ يَزÙيدَ Ø¨Ù’Ù†Ù Ø¹ÙŽØ¨Ù’Ø¯Ù Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø¨Ù’Ù†Ù Ø£ÙØ³ÙŽØ§Ù…َةَ بْن٠الْهَاد٠عَنْ Ù…ÙØÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ¯Ù Ø¨Ù’Ù†Ù Ø¥ÙØ¨Ù’رَاهÙيمَ أَنَّ Ø£ÙØ³ÙŽØ§Ù…َةَ بْنَ زَيْد٠كَانَ يَصÙÙˆÙ…Ù Ø£ÙŽØ´Ù’Ù‡ÙØ±ÙŽ Ø§Ù„Ù’ØÙرÙÙ…Ù Ùَقَالَ لَه٠رَسÙول٠اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ صÙمْ شَوَّالًا Ùَتَرَكَ Ø£ÙŽØ´Ù’Ù‡ÙØ±ÙŽ Ø§Ù„Ù’ØÙرÙÙ…Ù Ø«Ùمَّ لَمْ يَزَلْ يَصÙوم٠شَوَّالًا ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ مَاتَ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ash Shabbah berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz Ad Darawardi dari Yazid bin Abdullah bin Usamah bin Al Had dari Muhammad bin Ibrahim bahwa Usamah bin Zaid melakukan puasa pada bulan-bulan haram. Lalu Rasulullah ï·º bersabda kepadanya:
"Berpuasalah di bulan Syawal. Maka kemudian, ia tidak lagi berpuasa di bulan-bulan haram dan tidak pernah berhenti puasa Syawal hingga meninggal."
6. Musnad Ahmad Nomor 22459
ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا أَبÙÙˆ Ù…ÙØ¹ÙŽØ§ÙˆÙيَةَ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا سَعْد٠بْن٠سَعÙيد٠عَنْ عÙمَرَ Ø¨Ù’Ù†Ù Ø«ÙŽØ§Ø¨ÙØªÙ عَنْ أَبÙÙŠ أَيّÙوبَ الْأَنْصَارÙيّ٠قَالَ قَالَ رَسÙول٠اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ Ø«Ùمَّ Ø£ÙŽØªÙ’Ø¨ÙŽØ¹ÙŽÙ‡Ù Ø³ÙØªÙ‘ًا Ù…Ùنْ شَوَّال٠ÙَذَلÙÙƒÙŽ صÙيَام٠الدَّهْرÙ
Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Sa'ad bin Sa'id dari 'Umar bin Tsabit dari Abu Ayyub Al Anshari berkata, Rasulullah ï·º bersabda:
"Barang siapa puasa Ramadan kemudian dilanjutkan enam hari di bulan Syawal, terhitung puasa sepanjang masa."
7. Sunan Darimi Nomor 1689
ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا Ù†ÙØ¹ÙŽÙŠÙ’م٠بْن٠ØÙŽÙ…َّاد٠ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا عَبْد٠الْعَزÙÙŠØ²Ù Ø¨Ù’Ù†Ù Ù…ÙØÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ¯Ù ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا صَÙْوَان٠وسَعْد٠بْن٠سَعÙيد٠عَنْ عÙمَرَ Ø¨Ù’Ù†Ù Ø«ÙŽØ§Ø¨ÙØªÙ عَنْ أَبÙÙŠ أَيّÙوبَ عَنْ النَّبÙيّ٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ Ø«Ùمَّ Ø£ÙŽØªÙ’Ø¨ÙŽØ¹ÙŽÙ‡Ù Ø³ÙØªÙ‘َةً Ù…Ùنْ شَوَّال٠ÙَذَلÙÙƒÙŽ صÙيَام٠الدَّهْرÙ
Telah menceritakan kepada kami Nu'aim bin Hammad, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad, telah menceritakan kepada kami Shafwan dan Sa'd bin Sa'id dari Umar bin Tsabit dari Abu Ayyub dari Nabi ï·º, beliau bersabda:
"Barang siapa berpuasa bulan Ramadan kemudian mengiringinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka yang demikian itu seperti puasa satu tahun."
3 hadits tentang Bulan Syawal dalam Shahih Bukhari
Selanjutnya, berikut ini 3 hadits tentang Bulan Syawal dalam Shahih Bukhari yang--sebagaimana telah dijelaskan di pengantar--menjelaskan tentang keutamaan sunnah iktikaf di Bulan Syawal.
1. Hadis Nomor 1892
ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا أَبÙÙˆ Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙØ¹Ù’مَان٠ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا ØÙŽÙ…َّاد٠بْن٠زَيْد٠ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا ÙŠÙŽØÙ’ÙŠÙŽÙ‰ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ Ø¹ÙŽØ§Ø¦ÙØ´ÙŽØ©ÙŽ Ø±ÙŽØ¶ÙÙŠÙŽ اللَّه٠عَنْهَا قَالَتْ كَانَ النَّبÙيّ٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ يَعْتَكÙÙÙ ÙÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ø¹ÙŽØ´Ù’Ø±Ù Ø§Ù„Ù’Ø£ÙŽÙˆÙŽØ§Ø®ÙØ±Ù Ù…Ùنْ رَمَضَانَ ÙÙŽÙƒÙÙ†Ù’ØªÙ Ø£ÙŽØ¶Ù’Ø±ÙØ¨Ù Ù„ÙŽÙ‡Ù Ø®ÙØ¨ÙŽØ§Ø¡Ù‹ ÙÙŽÙŠÙØµÙŽÙ„Ù‘ÙÙŠ Ø§Ù„ØµÙ‘ÙØ¨Ù’ØÙŽ Ø«Ùمَّ يَدْخÙÙ„ÙÙ‡Ù Ùَاسْتَأْذَنَتْ ØÙŽÙÙ’ØµÙŽØ©Ù Ø¹ÙŽØ§Ø¦ÙØ´ÙŽØ©ÙŽ Ø£ÙŽÙ†Ù’ ØªÙŽØ¶Ù’Ø±ÙØ¨ÙŽ Ø®ÙØ¨ÙŽØ§Ø¡Ù‹ ÙَأَذÙنَتْ لَهَا Ùَضَرَبَتْ Ø®ÙØ¨ÙŽØ§Ø¡Ù‹ Ùَلَمَّا رَأَتْه٠زَيْنَب٠ابْنَة٠جَØÙ’ش٠ضَرَبَتْ Ø®ÙØ¨ÙŽØ§Ø¡Ù‹ آخَرَ Ùَلَمَّا أَصْبَØÙŽ Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØ¨Ùيّ٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ رَأَى الْأَخْبÙيَةَ Ùَقَالَ مَا هَذَا ÙÙŽØ£ÙØ®Ù’Ø¨ÙØ±ÙŽ Ùَقَالَ النَّبÙيّ٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ Ø£ÙŽØ§Ù„Ù’Ø¨ÙØ±Ù‘ÙŽ ØªÙØ±ÙŽÙˆÙ’Ù†ÙŽ بÙÙ‡Ùنَّ Ùَتَرَكَ Ø§Ù„ÙØ§Ø¹Ù’تÙكَاÙÙŽ ذَلÙÙƒÙŽ الشَّهْرَ Ø«Ùمَّ اعْتَكَÙÙŽ عَشْرًا Ù…Ùنْ شَوَّالÙ
Telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu'man, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid, telah menceritakan kepada kami Yahya dari 'Amrah dari 'Aisyah radhiallahu'anha berkata:
"Nabi ï·º beriktikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan dan aku membuatkan tenda khusus untuk beliau, dan setiap beliau selesai dari salat Subuh beliau masuk ke dalam tenda tersebut. Kemudian Hafshah meminta izin kepada 'Aisyah untuk juga membuat tenda, maka 'Aisyah mengizinkannya, lalu Hafshah membuatnya."
"Ketika Zainab putri dari Jahsy melihatnya ia pun membuat tenda yang lain buatnya. Pada pagi harinya Nabi ï·º melihat tenda-tenda tersebut lalu berkata, "Apa ini?" Lalu beliau diberitahu. Maka Nabi ï·º berkata, "Apakah kalian melihat kebaikan ada padanya (dengan membuat tenda-tenda ini)?"
Akhirnya beliau meninggalkan iktikaf pada bulan itu lalu beliau ber'tikaf sepuluh hari pada bulan Syawal.
2. Hadis Nomor 1893
ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا عَبْد٠اللَّه٠بْن٠يÙوسÙÙÙŽ أَخْبَرَنَا مَالÙÙƒÙŒ عَنْ ÙŠÙŽØÙ’ÙŠÙŽÙ‰ بْن٠سَعÙيد٠عَنْ عَمْرَةَ بÙنْت٠عَبْد٠الرَّØÙ’مَن٠عَنْ Ø¹ÙŽØ§Ø¦ÙØ´ÙŽØ©ÙŽ Ø±ÙŽØ¶ÙÙŠÙŽ اللَّه٠عَنْهَا أَنَّ النَّبÙيَّ صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ أَرَادَ أَنْ يَعْتَكÙÙÙŽ Ùَلَمَّا انْصَرَÙÙŽ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الْمَكَان٠الَّذÙÙŠ أَرَادَ أَنْ يَعْتَكÙÙÙŽ Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ أَخْبÙيَةٌ Ø®ÙØ¨ÙŽØ§Ø¡Ù Ø¹ÙŽØ§Ø¦ÙØ´ÙŽØ©ÙŽ ÙˆÙŽØ®ÙØ¨ÙŽØ§Ø¡Ù ØÙŽÙْصَةَ ÙˆÙŽØ®ÙØ¨ÙŽØ§Ø¡Ù زَيْنَبَ Ùَقَالَ Ø£ÙŽØ§Ù„Ù’Ø¨ÙØ±Ù‘ÙŽ تَقÙولÙونَ بÙÙ‡Ùنَّ Ø«Ùمَّ انْصَرَÙÙŽ Ùَلَمْ يَعْتَكÙÙÙ’ ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ اعْتَكَÙÙŽ عَشْرًا Ù…Ùنْ شَوَّالÙ
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Yahya bin Sa'id dari 'Amrah binti 'Abdurrahman dari 'Aisyah radhiallahu'anha berkata:
"Nabi ï·º hendak beriktikaf. Ketika beliau menuju tempat khusus untuk iktikaf beliau, beliau melihat ada tenda-tenda, yaitu tendanya 'Aisyah, Hafshah dan Zainab. Maka beliau berkata, "Apakah kalian melihat kebaikan ada padanya (dengan membuat tenda-tenda ini)?"
Akhirnya beliau pergi dan tidak jadi iktikaf. Kemudian beliau ber'tikaf sepuluh hari pada bulan Syawal.
3. Hadis Nomor 1904
ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا Ù…ÙØÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ¯Ù Ø¨Ù’Ù†Ù Ù…ÙقَاتÙل٠أَبÙÙˆ الْØÙŽØ³ÙŽÙ†Ù أَخْبَرَنَا عَبْد٠اللَّه٠أَخْبَرَنَا الْأَوْزَاعÙيّ٠قَالَ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنÙÙŠ ÙŠÙŽØÙ’ÙŠÙŽÙ‰ بْن٠سَعÙيد٠قَالَ ØÙŽØ¯Ù‘َثَتْنÙÙŠ عَمْرَة٠بÙنْت٠عَبْد٠الرَّØÙ’مَن٠عَنْ Ø¹ÙŽØ§Ø¦ÙØ´ÙŽØ©ÙŽ Ø±ÙŽØ¶ÙÙŠÙŽ اللَّه٠عَنْهَا
أَنَّ رَسÙولَ اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ ذَكَرَ أَنْ يَعْتَكÙÙÙŽ الْعَشْرَ Ø§Ù„Ù’Ø£ÙŽÙˆÙŽØ§Ø®ÙØ±ÙŽ Ù…Ùنْ رَمَضَانَ ÙÙŽØ§Ø³Ù’ØªÙŽØ£Ù’Ø°ÙŽÙ†ÙŽØªÙ’Ù‡Ù Ø¹ÙŽØ§Ø¦ÙØ´ÙŽØ©Ù ÙَأَذÙÙ†ÙŽ لَهَا وَسَأَلَتْ ØÙŽÙÙ’ØµÙŽØ©Ù Ø¹ÙŽØ§Ø¦ÙØ´ÙŽØ©ÙŽ Ø£ÙŽÙ†Ù’ تَسْتَأْذÙÙ†ÙŽ لَهَا ÙÙŽÙَعَلَتْ Ùَلَمَّا رَأَتْ ذَلÙÙƒÙŽ زَيْنَب٠ابْنَة٠جَØÙ’ش٠أَمَرَتْ Ø¨ÙØ¨Ùنَاء٠ÙَبÙÙ†ÙÙŠÙŽ لَهَا
قَالَتْ وَكَانَ رَسÙول٠اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ صَلَّى انْصَرَÙÙŽ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ بÙنَائÙÙ‡Ù ÙÙŽØ¨ÙŽØµÙØ±ÙŽ Ø¨ÙØ§Ù„ْأَبْنÙيَة٠Ùَقَالَ مَا هَذَا قَالÙوا بÙÙ†ÙŽØ§Ø¡Ù Ø¹ÙŽØ§Ø¦ÙØ´ÙŽØ©ÙŽ ÙˆÙŽØÙŽÙْصَةَ وَزَيْنَبَ Ùَقَالَ رَسÙول٠اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ Ø£ÙŽØ§Ù„Ù’Ø¨ÙØ±Ù‘ÙŽ أَرَدْنَ بÙهَذَا مَا أَنَا بÙÙ…ÙØ¹Ù’تَكÙÙÙ Ùَرَجَعَ Ùَلَمَّا Ø£ÙŽÙْطَرَ اعْتَكَÙÙŽ عَشْرًا Ù…Ùنْ شَوَّالÙ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil Abu Al Hasan, telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah, telah mengabarkan kepada kami Al Awza'iy berkata, telah menceritakan kepada saya Yahya bin Sa'id berkata-
Telah menceritakan kepada saya 'Amrah binti 'Abdurrahman dari 'Aisyah radhiallahu'anha bahwa Rasulullah ï·º memberitahu bahwa beliau akan beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Lalu 'Aisyah radhiallahu'anha meminta izin kepada beliau (untuk membuat bangunan (tenda) khusus) maka dia diizinkan. Kemudian Hafshah meminta 'Aisyah radhiallahu'anha agar memintakan izin kepada beliau untuknya lalu dilakukan oleh 'Aisyah radhiallahu'anha.
Ketika melihat hal itu, Zainab binti Jahsy memerintahkan pula untuk membuatkan tenda, maka tenda itu dibuat untuknya. 'Aisyah radhiallahu'anha berkata:
"Adalah Rasulullah ï·º bila telah selesai dari salat, beliau kembali ke tempat khusus iktikaf. Maka beliau melihat ada banyak tenda, lalu berkata, "Apa ini?" Mereka menjawab, "Ini tenda-tenda milik 'Aisyah, Hafshah dan Zainab."
Maka beliau bersabda:
"Apakah mereka mengharapkan kebajikan dengan tenda-tenda ini? Aku tidak akan beriktikaf."
Maka beliau pulang ke rumah. Setelah Idulfitri beliau iktikaf sepuluh hari di bulan Syawal.
---
Baca Artikel dan Berita DimaduraID lebih mudah di Google News. Mator sakalangkong!