Diwawancara di lokasi, Ketua Pengelola Pasar Kebbun, Moh. Fajar Shidiq, mengaku penampilan komunitas perkusi SMPIT Al-Hidayah memberikan warna baru bagi destinasi wisata tersebut.
“Kami ingin Pasar Kebbun menjadi ruang kolaboratif antara wisata, seni, dan pendidikan. Penampilan anak-anak SMPIT Al-Hidayah hari ini membuktikan bahwa kreativitas lokal bisa tumbuh di mana saja, termasuk dari sekolah,†ujar Fajar.
Ia juga menyampaikan, sebagian hasil saweran dari penampilan COSSING didonasikan untuk pengembangan fasilitas wisata Pasar Kebbun.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini bisa berlanjut, agar setiap Minggu Pasar Kebbun tak hanya jadi tempat belanja, tapi juga panggung ekspresi bagi masyarakat,†pungkasnya.
Sekadar informasi, Pasar Kebbun yang berlokasi di Kecamatan Saronggi, Sumenep, ini dikenal dengan suasana alami khas pedesaan, rindang pepohonan dikelilingi aliran sungai dan warung bambu beratap kolarè (janur kering).
Pengunjung dapat menikmati aneka kuliner tradisional seperti pentol ghâpè’, lopès, palotan pèná¸hâng, nasi soá¸u, nasi peccel, hingga ès cao dan jhiná¸hul, sembari bersantai menikmati nuansa wisata rakyat Sumenep.
Asyiknya, seluruh transaksi di dalamnya harus menggunakan koin kayu yang telah disediakan oleh pengelola wisata. Satu koin bernilai Rp2.500.
Pengunjung tak dipungut tiket masuk, biaya parkir mobil hanya Rp5.000 plus biaya antar jemput dengan imbalan seikhlasnya.***