Peserta Sosialisasi Briguna Purna BRI Sumenep, Sahlun Walidi, Pensiunan Dikbud Sumenep, Saat Diwawancara (Foto: Mazdon/Doc. Dimadura)[/caption]
"Jadi mereka, termasuk saya, kalau nanti memang memerlukan perawatan yang lebih intensif, kalau tidak punya biaya, maka akan dibantu oleh BRI," imbuhnya.
Ia berharap program ini terus diperluas agar memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
"Harapan untuk kedepannya, ya semoga program BRI terus lebih bagus lah. Misalkan, selain pensiunan, mungkin bisa untuk yang lain juga, terus bermafaat untuk masyarakat," pungkas Sahlun.
Sementara itu, dokter spesialis mata dari Klinik Utama Sumenep, dr. Ferdian Ramadhan, yang memimpin jalannya medical check-up, menjelaskan, bahwa screening tersebut difokuskan pada penyakit degeneratif yang banyak dialami pensiunan.
"Seperti mata kering, katarak, glaukoma, dan komplikasi diabetes serta hipertensi. Jadi dari penyakit mata degeneratif ini kita screening mana yang bisa kita bantu supaya bisa melihat lebih terang lagi," jelasnya.
"Lebih cepat kita screening, lebih cepat ketahuan, lebih cepat disembuhkan,†tegas dr. Dian menambahkan.
[caption id="attachment_16818" align="aligncenter" width="700"]
Dokter spesialis mata Klinik Utama Sumenep, dr. Ferdian Ramadhan, melayani konsultasi salah satu peserta program BRIGUNA BRI Sumenep (Foto: Mazdon/Doc. Dimadura)[/caption]
Ia mengaku turut antusias hadir bersama BRI Sumenep demi mengatasi keluhan para lansia, khususnya pada persoalan kesehatan mata.
"Kebetulan BRI ini juga bisa membantu untuk kreditnya. Jadi bisa membantu untuk pinjaman, pembayaran, untuk kalau kebutuhan mata ini, diperlukan apa," tandasnya.
Seusai sesi materi sosialisasi, penyelenggara kegiatan sempat melakukan foto bersama puluhan pensiunan yang duduk menunggu giliran pemeriksaan.
Sementara petugas medis tampak melakukan pengecekan secara bergantian menggunakan alat diagnostik mata.