“Dalam tradisi NU sangat penting adanya kesatuan fikrah dan kesatuan harakah. Dengan semangat itu, kita dapat menjalankan berbagai program yang diamanahkan untuk melayani nahdliyin,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar berbagai elemen di Kabupaten Sumenep. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk organisasi keagamaan dan lembaga keuangan daerah.

“Hadir dalam kegiatan ini para ulama, unsur umara, jajaran eksekutif, yudikatif, dan legislatif, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan, termasuk Muhammadiyah. Semua hadir dalam semangat bekerja bersama dan berkolaborasi untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengapresiasi kegiatan yang digagas PCNU Sumenep tersebut. Ia menilai kegiatan silaturahim Ramadhan seperti ini sangat penting untuk memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sumenep, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Selamat juga kepada jajaran pengurus PCNU Sumenep yang baru, semoga dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah,” katanya.

Fauzi juga menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen, termasuk tokoh-tokoh NU, untuk membangun Kabupaten Sumenep secara bersama-sama.

“Pada intinya, pemerintah daerah menyambut baik berbagai gagasan dari PCNU Sumenep yang bertujuan untuk kebaikan masyarakat,” pesannya.

Kegiatan silaturahim dan buka puasa bersama tersebut dihadiri jajaran pengurus PCNU Sumenep beserta badan otonom (Banom), perwakilan MWCNU se-Kabupaten Sumenep, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi kemasyarakatan, pimpinan partai politik, serta sejumlah tokoh masyarakat. ***