SUMENEP, DIMADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menyatakan kesiapan penuh untuk menyambut kepulangan ribuan jemaah haji asal Kabupaten Sumenep yang dijadwalkan tiba dari Tanah Suci mulai Senin (22/6/2026). Berbagai aspek pelayanan telah dipersiapkan guna memastikan proses pemulangan berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Disperkimhub, Polres Sumenep, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta organisasi perangkat daerah lainnya yang terlibat dalam proses pemulangan jemaah.
Pusat penyambutan dipusatkan di Stadion A. Yani Sumenep. Lokasi tersebut akan menjadi titik kumpul para jemaah sebelum melanjutkan perjalanan menuju kecamatan dan desa masing-masing.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Kamiludin, S.Pd.I., M.AP, mengatakan, mekanisme penyambutan jemaah tahun ini hampir sama dengan pola saat pemberangkatan beberapa waktu lalu.
"Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah haji yang kembali dari Tanah Suci. Karena itu, seluruh tahapan penyambutan disiapkan secara maksimal, mulai dari transportasi, pengamanan hingga layanan kesehatan," kata Kamiludin, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, Pemkab Sumenep tidak ingin ada kendala selama proses kepulangan para tamu Allah tersebut. Oleh karena itu, koordinasi antarlembaga terus diperkuat agar seluruh kebutuhan jemaah dapat terpenuhi dengan baik.
"Kami ingin memastikan para jemaah tiba dengan selamat, nyaman, dan dapat segera berkumpul kembali bersama keluarga. Semua unsur yang terlibat telah diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing," ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah armada bus guna mengantar jemaah dari titik kedatangan menuju daerah tujuan.
Sementara itu, personel Polres Sumenep akan melakukan pengawalan melalui satuan patroli dan pengawalan (Patwal) guna menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan para jemaah.
Selain transportasi dan pengamanan, Pemkab Sumenep juga menyiagakan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi jemaah setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi ke Indonesia.
