"Layanan kesehatan menjadi perhatian penting karena para jemaah baru saja menjalani perjalanan yang cukup panjang. Tim medis akan siaga untuk memberikan pelayanan apabila ada jemaah yang membutuhkan penanganan," tutur Kamiludin.
Sebagai bentuk pelayanan sekaligus ungkapan syukur atas kepulangan jemaah, pemerintah daerah juga menyiapkan konsumsi bagi seluruh jemaah yang tiba.
Untuk diketahui, berdasarkan data per 15 Mei 2026, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Sumenep tercatat sebanyak 1.357 orang yang tersebar di sejumlah kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 68, 71, 72, 76, 77, 78, 79, 81, dan 112.
Selama pelaksanaan ibadah haji, tercatat tiga jemaah asal Sumenep wafat di Makkah, yakni Abdul Aziz asal Desa Prambanan, Kecamatan Gayam; Masniyatun Supatra asal Desa Kerta Barat, Kecamatan Dasuk; dan Masniyatun Mistaje asal Desa Tanah Merah, Kecamatan Nonggunong.
Kamiludin berharap seluruh rangkaian penyambutan dapat berjalan lancar tanpa hambatan sehingga para jemaah dapat merasakan kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan sejak keberangkatan hingga kepulangan.
"Penyambutan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bentuk penghormatan dan pelayanan kepada para jemaah yang telah menunaikan rukun Islam kelima. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan para jemaah kembali ke tengah keluarga dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur," pungkasnya.***
