Ia menyebut keberagaman tersebut merupakan bagian dari semangat Bhinneka Tunggal Ika yang tumbuh di Sumenep

Menurut dia, kekayaan budaya Nusantara juga tercermin dalam kehidupan masyarakat di wilayah ujung timur Pulau Madura tersebut.

“Nusantara yang sangat luas ada di Sumenep. Baju yang saya pakai ini adalah baju adat Sulawesi,” ujarnya.

Fauzi menjelaskan, penggunaan pakaian adat Sulawesi pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga berkaitan dengan karakteristik masyarakat di wilayah kepulauan Sumenep, khususnya Kecamatan Sapeken.

Ia mengatakan, masyarakat Sapeken memiliki keterkaitan sejarah dan budaya dengan masyarakat dari Sulawesi. 

Karena itu, dirinya sengaja mengenakan pakaian adat Sulawesi sebagai bentuk representasi keberagaman masyarakat Sumenep.

“Rata-rata orang Sapeken itu orang Sulawesi. Termasuk di kepulauan juga diakomodasi. Hari ini memang saya sengaja pakai baju adat Sulawesi,” tutur Fauzi.

Ia menambahkan, konsep penggunaan pakaian adat dalam upacara kemerdekaan tersebut bukan kali pertama diterapkan. 

Pemkab Sumenep telah melakukannya sejak peringatan HUT Kemerdekaan tahun sebelumnya.

Menurut Fauzi, persispan yang kembali ia lakukan tahun ini tidak menemui kendala, karena persiapannya telah dilakukan berdasarkan pengalaman sebelumnya.