“Dari segi persiapan tidak ada yang ribet atau kendala, karena tahun sebelumnya memang kita sudah melakukan. Ini yang kedua kalinya,” katanya.

Fauzi berharap penggunaan pakaian adat dari berbagai daerah dapat menjadi bagian dari karakter peringatan HUT Kemerdekaan di Sumenep pada masa mendatang. 

Menurut dia, hal tersebut sekaligus menegaskan bahwa identitas Sumenep tidak hanya dibentuk oleh satu kelompok budaya.

“Ini mungkin menjadi bagian karakter Sumenep ke depannya berkaitan dengan upacara-upacara Agustus, karena Sumenep tidak hanya suku Madura saja,” ujar Fauzi. ***