Di bidang kesehatan, Pemkab Sumenep mempertahankan program Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencakup 99,94 persen penduduk. Penguatan layanan dilakukan melalui pemenuhan tenaga kesehatan, obat dan alat kesehatan, peningkatan fasilitas puskesmas serta penguatan layanan RSUD Abuya Kangean dan fasilitas kesehatan di wilayah kepulauan.
Perubahan APBD 2026 juga memuat dukungan untuk sektor pertanian dan ketenagakerjaan. Pemerintah menyiapkan dukungan irigasi dan pengawasan distribusi pupuk, pelatihan kerja bagi 123 peserta, serta perlindungan sosial bagi 6.674 buruh tani dan 4.584 pekerja rentan.
Sementara itu, Belanja Tidak Terduga dinaikkan dari Rp5 miliar menjadi sekitar Rp31,28 miliar. Kenaikan tersebut disiapkan untuk menghadapi kebutuhan mendesak, termasuk penanganan campak dan persiapan Pilkades 2027.
Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan arah perubahan anggaran yang menggabungkan penguatan penerimaan daerah dengan pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar masyarakat. Pemerintah berharap peningkatan PAD dapat memperbesar ruang fiskal untuk membiayai pembangunan secara berkelanjutan.
“Pelayanan kesehatan harus terus diperkuat agar masyarakat mendapatkan layanan yang mudah, bermutu dan berkeadilan,” pungkas Wabup Imam Hasyim.***

