Iskandar menilai pembangunan masih cenderung menggunakan perspektif daratan. 

Kondisi tersebut berpotensi membuat kebutuhan masyarakat kepulauan belum sepenuhnya terakomodasi.

Sejumlah persoalan seperti akses kesehatan, ketersediaan listrik, lingkungan, serta kebijakan pengelolaan sumber daya laut dinilai membutuhkan perhatian yang lebih serius.

Menurut Iskandar, pembangunan kepulauan perlu mempertimbangkan karakter geografis dan sosial masyarakat setempat. 

"Untuk kebijakan yang diterapkannya tidak dapat sepenuhnya disamakan dengan wilayah daratan," ungkapnya.

Lebih lanjut, sang penulis Mahéng berharap kehadiran buku tersebut masyarakat dapat melihat Masalembu secara lebih utuh. 

Ia mengajak masyarakat tidak membangun pandangan hanya berdasarkan cerita yang beredar.

“Datang dan lihat sendiri. Jangan hanya berdasarkan katanya,” ujarnya.

Diskusi itu menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali Masalembu sebagai bagian penting dari Sumenep. 

Kepulauan tidak hanya memiliki persoalan geografis dan pembangunan, tetapi juga menyimpan kekayaan cerita, budaya, serta pengalaman masyarakat yang layak diketahui publik.