SUMENEP, DIMADURA — Sebuah lukisan karya Syifaul Millah Arsa menemukan rumah barunya di BPRS Bhakti Sumekar. Di atas kanvas, gagasan tentang kebiasaan menabung sejak dini diterjemahkan dalam bahasa visual yang sederhana, tetapi menyimpan pesan tentang pendidikan, kemandirian, dan mimpi masa depan.
Karya itu secara khusus dipesan Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar. Ia mengapresiasi pilihan Syifa mengangkat tema Tabungan SIMPEL atau Simpanan Pelajar sebagai gagasan utama lukisannya.
“Sangat mengapresiasi karya lukisan yang mengangkat tema Tabungan SIMPEL (Simpanan Pelajar) ini,” kata Haji Hairil, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Senin (31/8), usai menerima lukisan tersebut.
Menurutnya, karya Syifa tidak berhenti pada nilai artistik. Lukisan itu membawa pesan edukasi mengenai pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak anak-anak.
Melalui Tabungan SIMPEL, anak-anak diperkenalkan pada dunia perbankan sekaligus diajak belajar mengelola uang dan merencanakan masa depan.
Gagasan itu bertemu dengan karakter karya Syifa yang tampil sederhana, namun menyisakan kesan dan pesan setelah dilihat lebih jauh.
"Menabung sejak dini, membangun mimpi untuk masa depan. Filosofi itulah yang hendak dibawa Tabungan SIMPEL—satu rekening untuk satu pelajar," kata H. Hairil.
Pilihan Syifa mengangkat tema tersebut terasa menarik karena perjalanan kreatifnya sendiri bertumbuh dari dunia anak-anak.
Kata Siti Aisyah, ibunda Syifa, siswi kelas VI sekolah dasar ini telah mengenal crayon, kertas, dan kegiatan mewarnai sebelum kemudian menemukan ruang ekspresi yang lebih luas melalui kanvas.
Sejak kelas III hingga kelas IV, Syifa cukup aktif mengikuti berbagai lomba mewarnai dan menggambar. Ajang yang diikutinya tidak hanya berlangsung di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga tingkat Madura.
Sejumlah prestasi pun lahir dari proses tersebut. Di antaranya juara harapan II lomba mewarnai di Bangkalan pada 2021, juara II lomba mewarnai se-Sumenep pada 2023, serta juara I lomba mewarnai tingkat Madura pada 2024.
Pada tahun yang sama, Syifa meraih juara III lomba menggambar rangkaian kalender event Sumenep Pentahelix dan juara I lomba menggambar dalam Aeng Tong-Tong Culture Fest se-Sumenep. Pada 2025, ia kembali meraih juara I lomba menggambar sketsa Pancasila se-Sumenep.
Piala-piala itu sebagian tersimpan di rumah dan sebagian berada di sekolah. Namun, bagi keluarga Syifa, kemenangan dalam perlombaan bukanlah tujuan akhir.
“Menang dan kalah dalam lomba itu hal biasa. Juara itu bonus. Bisa ikut lomba dengan maksimal itu sudah bagus,” kata ibunda Syifa.
Memasuki kelas V dan kemudian kelas VI, arah berkarya Syifa mulai berubah. Ia tidak lagi hanya melihat seni sebagai arena perlombaan yang karyanya dinilai oleh dua atau tiga orang juri.
Kanvas memberinya ruang yang berbeda. Karya dapat berdiri sendiri, dipamerkan, dinikmati lebih banyak orang, bahkan menemukan kolektornya.
Perubahan itu pula yang membuat perjalanan Syifa kini bersinggungan dengan BPRS Bhakti Sumekar.
Sebelumnya, tiga karya Syifa dari sebuah pameran telah menarik perhatian sejumlah pihak. Dua lukisan berjudul “Dua Bunga” dan “Ar-Rahim” dipinang Hairil Fajar. Satu karya lain yang menampilkan buah-buahan segar dikoleksi Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Mohamad Iksan.
Kini, sebuah karya lain kembali dipinang BPRS Bhakti Sumekar. Kali ini, yang bertemu di atas kanvas adalah dunia seni seorang anak dan gagasan tentang membangun kebiasaan finansial sejak dini.
Di titik itu, kesederhanaan menjadi benang merah. SIMPEL menawarkan cara sederhana untuk mengenalkan anak pada kebiasaan menabung.
Syifa menerjemahkan pesan tersebut melalui karya yang sederhana dalam tampilan, tetapi berusaha meninggalkan kesan yang lebih panjang.
Kanvas itu akhirnya tidak hanya menjadi tempat warna dan gagasan bertemu. Ia menjadi medium untuk menyampaikan pesan: bahwa kebiasaan kecil yang dibangun sejak dini dapat menjadi bagian dari cara anak menyiapkan masa depannya.
"Terus berkarya, terus belajar, dan terus menginspirasi," motivasi Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar. ***

