SUMENEP, DIMADURA–Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mencatat sedikitnya 117 inovasi yang diajukan dari berbagai sektor hingga pertengahan 2026.
Kepala BRIDA Kabupaten Sumenep Siswahyudi Bintoro mengatakan, jumlah tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran aparatur dan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengembangkan inovasi.
"Secara keseluruhan hingga pertengahan tahun 2026, inovasi yang masuk kepada kami kurang lebih 117 inovasi dari berbagai sektor yang tertera kulalitaif" kata Siswahyudi saat ditemui di kantornya, Jum'at (29/8/26).
Menurut dia, angka 117 tersebut merupakan jumlah inovasi yang diajukan. Adapun penilaian terhadap kualitas dan tingkat kematangan inovasi menjadi kewenangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Setelah inovasi diajukan, Kemendagri akan melakukan penilaian berdasarkan tingkat kematangan, kualitas masing-masing inovasi.
Hasil penilaian tersebut, kata dia nantinya menentukan inovasi yang memenuhi kategori yang telah ditetapkan.
"Dari Kemendagri itu akan melihat tingkat kematangan. Dari 117 inovasi tersebut bagaimana kematangannya, nanti berapa yang akan dimasukkan dan bisa dinilai kategori baik sesuai yang sudah ditentukan Kemendagri," ujarnya.
Siswahyudi mengatakan, BRIDA Sumenep belum dapat memastikan berapa inovasi yang nantinya masuk dalam kategori penilaian baik. Sebab, proses seleksi dan penilaian dilakukan oleh Kemendagri.
Meski demikian, Ia menilai inovasi yang muncul pada 2026 menunjukkan perkembangan dibandingkan periode sebelumnya dilihat secara kualitatif, namun belum diketahui tingkat kematangan atau kualitasnya.
"Kalau berbicara secara kualitatif, inovasi tahun 2026 lebih meningkat. Tetapi kalau berbicara kualitas atau tingkat kematangannya, itu menjadi seleksi dari Kemendagri," katanya.
Ia berharap hasil penilaian tersebut dapat membawa Kabupaten Sumenep masuk dalam kategori kabupaten inovatif.
"Kita berharap minimal kita masuk dalam kabupaten yang inovatif," ucap Siswahyudi.
Ia menyebut sektor kesehatan menjadi bidang yang paling banyak menyumbangkan inovasi pada 2026. Setelah sektor kesehatan, inovasi juga banyak berasal dari Dinas Pertanian.
Menurut Siswahyudi, peningkatan jumlah inovasi tidak hanya berasal dari OPD. Kesadaran individu untuk menghasilkan inovasi juga mulai tumbuh.
"Alhamdulillah tahun ini kesadaran dalam berinovasi ada peningkatan, baik dari perorangan maupun OPD," katanya.
Siswahyudi mengaku, BRIDA Sumenep juga masih memfokuskan pengembangan inovasi pada sejumlah aspek yang berkaitan dengan kebijakan. Selain itu, terdapat riset yang diarahkan pada penerapan secara langsung di tengah masyarakat.
Salah satu fokus tersebut ialah pengembangan aplikasi yang dapat membantu meningkatkan efektivitas sekaligus mempermudah pelayanan.
"Ada riset yang memang sifatnya aplikatif, yaitu aplikasi yang dapat membantu mempermudah pelayanan," pungkasnya. ***

