SUMENEP, DIMADURA–Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadikan peringatan hari lahir (Harlah) ke-97 sebagai momentum memperkuat mutu dan tata kelola pendidikan.

Peringatan tersebut digelar di halaman SD RAISNU MWC NU Kota Sumenep, Sabtu (3/10/2026). 

Kegiatan diikuti keluarga besar LP Ma’arif NU dari berbagai jenjang pendidikan.

Ketua PC LP Ma’arif NU Sumenep Dr. Salamet mengatakan, Harlah ke-97 tidak hanya menjadi ajang memperingati perjalanan lembaga. 

Momentum tersebut juga digunakan untuk memperkuat arah pengembangan pendidikan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Salamet, lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU perlu meningkatkan kualitas layanan pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai ke-NU-an dan karakter Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

“Dengan Harlah ke-97 ini, kami ingin semua lembaga di bawah naungan LP Ma’arif NU Sumenep terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, maju dan modern, sekaligus memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat,” ujar Salamet.

Ia menilai pengembangan pendidikan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. 

Sinergi antara satuan pendidikan, guru, organisasi profesi, orang tua, masyarakat, dan pemangku kepentingan diperlukan untuk membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Baca Juga:Hida Olsop

“Lembaga pendidikan NU harus terus membangun kolaborasi dan saling menguatkan. Semangat Harlah ini kita jadikan momentum untuk memperkuat khidmah pendidikan dan menghadirkan layanan pendidikan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV PCNU Sumenep Dr. KH Muhammad Hosnan mengatakan, peningkatan mutu pendidikan perlu diikuti pembenahan sistem dan tata kelola kelembagaan.

Menurut dia, PC LP Ma’arif NU Sumenep memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan sistem pendidikan yang lebih baik.

Langkah tersebut diperlukan agar satuan pendidikan di bawah naungannya mampu menghadapi perubahan dan tantangan pendidikan.

“LP Ma’arif NU Sumenep harus terus berbenah dan menyiapkan sistem serta tata kelola yang lebih baik. Satuan pendidikan di bawah naungan Ma’arif harus mampu tumbuh menjadi lembaga yang unggul, modern, profesional, dan berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ujar Hosnan.

Ia mengatakan pembenahan tata kelola tidak hanya menyangkut administrasi. 

Aspek tersebut juga mencakup peningkatan mutu layanan, pengembangan sumber daya manusia, penguatan karakter peserta didik, serta kemampuan lembaga melakukan inovasi.

Hosnan juga mengingatkan pentingnya meneruskan perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama di bidang pendidikan.

Menurut dia, pendidikan menjadi salah satu bagian penting dari khidmah NU sejak awal berdirinya organisasi tersebut.

“Perjuangan para muassis dalam bidang pendidikan harus terus kita lanjutkan. Khidmah di bidang pendidikan tidak boleh berhenti, tetapi harus terus kita perjuangkan agar mampu menjawab kebutuhan dan tantangan pendidikan masa depan,” katanya.

Selain penguatan tata kelola, peringatan Harlah ke-97 LP Ma’arif NU Sumenep juga diisi Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

Deklarasi tersebut menjadi komitmen untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah.

Komitmen terhadap lingkungan juga ditunjukkan melalui penanaman bibit pohon. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.

Rangkaian peringatan Harlah turut diisi Jalan-Jalan Sehat (JJS) Ma’arif dan Senam Anak Indonesia Hebat. Kegiatan melibatkan peserta didik, guru, serta keluarga besar LP Ma’arif NU dari berbagai jenjang.

Sejumlah satuan pendidikan yang mengikuti kegiatan tersebut antara lain KB Ma’arif Alfurqon, TK Bahrul Ulum Ma’arif, TK RAISNU, SD RAISNU, SMPNU, SMANU, serta sejumlah lembaga pendidikan Ma’arif dari Kecamatan Pasongsongan.

Kegiatan itu juga melibatkan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Sumenep dan PC LP Ma’arif NU Sumenep.

Peringatan Harlah ke-97 LP Ma’arif NU Sumenep sekaligus menjadi ruang konsolidasi antar-satuan pendidikan. 

"Kami harapkan momentum ini dapat memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu layanan, menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta memperkuat komitmen pendidikan bagi generasi mendatang," pungkasnya. ***