9. Pendidikan: Bertambah sebesar 2,24%

Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya biaya pendidikan, baik untuk sekolah maupun perguruan tinggi.

10. Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran: Meningkat sebesar 2,26%

Ini menunjukkan naiknya harga di sektor penyediaan makanan dan minuman, termasuk restoran.

11. Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Mengalami kenaikan terbesar, yaitu 10,98%

Kenaikan ini bisa mencerminkan peningkatan biaya layanan perawatan pribadi seperti salon, spa, dan jasa lainnya.

Pergerakan Inflasi Tahun ke Tahun

Selama satu tahun terakhir, tingkat inflasi year-on-year di Sumenep menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Pada Juni 2023, inflasi tercatat sebesar 4,53%, kemudian mencapai puncaknya sebesar 5,51% pada Oktober 2023, dan menurun hingga mencapai 3,24% pada Juni 2024.

Kepala BPS Sumenep, Joko Santoso, menekankan bahwa kenaikan harga pada berbagai kelompok pengeluaran menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Sumenep.

“Tingkat deflasi month-to-month sebesar 0,27% dan tingkat inflasi year-to-date sebesar 0,83% menunjukkan adanya fluktuasi harga yang dinamis selama tahun ini,” jelas dia kepada wartawan, Rabu tanggal 3 Juli 2024.

Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan bijak dalam mengelola pengeluaran sehari-hari, terutama pada kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan signifikan.