Arti: Ingat hati-hati, dalam perjalanan ada banyak kelokan.
Kata-kata ini menyiratkan pesan agar tidak hanya hati-hati selama dalam perjalanan, tetapi juga dalam menempuh kehidupan; bahwa di depan kita pasti akan berpapasan dengan banyak rintangan dan halangan sebagai ujian atas kegigihan dan tekad yang kita miliki.
Contoh 4:
"Aèng songay aghili ta' laju loros, dâri onjhur ka olo bannya' bâto bân bu-rombu"
Arti: Air sungai mengalir bukan lantas mulur mengalir, dari hulu ke hilir banyak batu yang harus dilewati, banyak sampah yang harus dilalui.
BACA JUGA:
Contoh 5:
"Sajân tèngghi perrèng tombu, sajân bhârât angèn sè nambu"
Arti: Semakin tinggi bambu tumbuh, semakin kencang angin menerpa; bahwa semakin kita beranjak ke atas, semakin besar cobaan yang akan menguji kita.
Kata-kata berupa pantun dua baris (u-u) tersebut juga mengisyaratkan agar kita senantiasa berhati-hati dalam segala situasi.
C. Contoh Pantun Nasehat Bahasa Madura
Pantun nasehat bahasa Madura banyak digunakan oleh orang tua untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anaknya.
Contoh 1:
Aèng ta' kèra aombâ' mon ta' èghumbek Orèng ta' kèra aonga' mon abâ' ta' calonga'
