Potret Jantung Kota Pamekasan, Arek Lancor (Foto: Istimewa)

Catatan Seorang Jurnalis: Kegagalan Data Sosial, Ironi Kesejahteraan Pamekasan


Contoh 2:

"Mon amèmpè jhâ' ghi-tèngghi, mon ghâgghâr mè' lajhu mèrcat."

Arti: Kalau ngimpi jangan ketinggian, awas jatuh kau kualat

Maksud: Pantun ini untuk menyindir seseorang yang selalu berbicara dengan topik di luar batas kemampuannya. Jika kita mengucapkannya, dijamin orang tersebut akan berpikir dua kali untuk menyombongkan diri lagi.

Contoh 3:

"Bânnya' caca, bânnya' sala."

Arti: Banyak bicara, banyak salah

Maksud: Terlalu banyak berbicara bisa menimbulkan banyak masalah, bahwa manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Ingat kata-kata bijak, "diam berharga, bicara tidak sia-sia".

Contoh 4:

"Tè-ngatè mon e'-naè'ana, bilâ labu tèya kèya sè sala."

Arti: Hati-hati ketika memanjat, nanti jatuh saya juga yang salah

Maksud: Jangan terlalu percaya diri, bisa berakibat buruk terhadap orang yang ada di dekatnya.


BACA JUGA: