Zainal menyoroti keterlibatan oknum kepala sekolah dan ibu korban yang seharusnya menjadi panutan dalam dunia pendidikan.
“Tindakan mereka tidak hanya mencederai nilai-nilai pendidikan, tetapi juga menunjukkan lemahnya moralitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pendidik,†ujarnya dengan nada prihatin.
Lebih lanjut, Zainal menegaskan bahwa pelanggaran terhadap norma dan etika profesi tidak dapat ditoleransi. “Keduanya akan mendapatkan sanksi tegas berupa pemecatan dari status ASN. Ini adalah pelanggaran serius yang harus ditindak sesuai hukum yang berlaku,†tegasnya.
Zainal juga berharap bahwa kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama para pendidik dan orang tua, untuk lebih berhati-hati dan menjaga moralitas dalam mendidik serta melindungi anak-anak. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan yang layak,†pungkasnya.
Komitmen Dinas Pendidikan Sumenep
Kadisdik Agus Dwi Saputra, melalui Kepala Bidang GTK Disdik Sumenep, Akhmad Fairusi menyatakan, bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan melaporkan kasus ini kepada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsujudo.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini secara tertulis kepada Bupati, dan surat pemecatan sebagai kepala sekolah akan segera turun dalam pekan ini,†kata Fairus pada Minggu (1/9/2024).
Fairus menjelaskan bahwa tersangka J, kepala sekolah yang terlibat dalam kasus ini, akan segera diberhentikan dari jabatannya. Ia juga menyebut bahwa ibu korban, yang merupakan ASN guru TK di Sumenep, masih aktif mengajar sebelum kasus ini dilaporkan ke Polres Sumenep. “Ibu korban juga akan mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,†tegasnya.
Bupati Sumenep: “Pecat!â€
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsujudo, menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap para pelaku yang terlibat dalam kasus ini.
“Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran berat seperti ini. Pemecatan akan segera dilakukan, dan proses hukum harus berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,†tegas Bupati, sebagaimana dilansir Detik.com, Minggu (1/9).
Fauzi juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi moralitas di lingkungan pendidikan yang telah tercoreng oleh tindakan tidak bermoral ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
