NEWS DIMADURA,
SUMENEP – Petani desa tidak hanya sekadar pemilih dalam Pilkada 2024, tetapi juga agen perubahan penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Semangat itulah yang diusung Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Sumenep menjelang kontestasi politik tanggal 27 November mendatang.
Untuk itu, melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (
PWRI) Kabupaten
Sumenep, KPU setempat menggelar
sosialisasi kepada
kelompok tani di
Desa Lembung Barat, Kecamatan Lenteng, Madura, Jawa Timur.Bertempat di Gedung In Door desa setempat, Jumat 18 Oktober 2024.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh perangkat
Desa Lembung, pemuda lokal dan puluhan anggota
kelompok tani dari berbagai desa di Kabupaten
Sumenep,
Tujuan utama dari
sosialisasi ini adalah untuk mendorong partisipasi petani dalam Pemilihan Gubernur dan Bupati 2024, mengingat peran strategis mereka sebagai bagian penting dari masyarakat pedesaan.
Mukhlis, Komisioner
KPU Sumenep Divisi
Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia, yang bertindak sebagai pemateri utama, menegaskan bahwa
kelompok tani harus terlibat aktif dalam kesuksesan
Pilkada Sumenep 2024.
Menurutnya, petani memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam menentukan arah kebijakan daerah, terutama yang berdampak langsung pada sektor pertanian.
[caption id="attachment_7564" align="aligncenter" width="730"]

Potret Kegiatan
Sosialisasi Pilkada Serentak 2024 yang Digelar KPU berdama
DPC PWRI Sumenep kepada
Kelompok Tani di
Desa Lembung Barat (Foto: Mazdon/dimadura)[/caption]
"Peran petani dalam Pilkada 2024 sangat krusial. Tidak hanya sebagai pemilih, petani juga bisa menjadi agen perubahan yang mampu mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilu yang damai dan berkualitas. Kita ingin Pilkada ini menjadi ajang demokrasi yang partisipatif, jujur, dan adil," jelas Mukhlis.
Ia juga mengingatkan agar petani tidak golput dan bijak dalam menggunakan hak suara mereka. Sebagai bagian dari penyelenggara
Pilkada Serentak 2024, Komisioner Mukhlis lebih lanjut menjelaskan, bahwa suara masyarakat pedesaan, termasuk petani, juga harus ikut andil menentukan kebijakan pemerintah, terutama terkait sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian
Sumenep.
Sementara itu, Ketua
DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, menyoroti peran penting media dalam mengedukasi masyarakat terkait pemilu. Menurutnya, PWRI siap menjadi mitra KPU dalam menyebarkan informasi yang akurat dan edukatif kepada publik.
"Kami dari
PWRI Sumenep sangat mendukung kegiatan ini, dan kami siap menjadi mitra KPU dalam menyebarluaskan informasi pemilu kepada masyarakat.
Kelompok tani adalah kekuatan besar dalam masyarakat desa, dan kami berharap melalui
sosialisasi ini, mereka bisa lebih memahami pentingnya peran mereka dalam Pilkada 2024," tuturnya saat menyampaikan sambutan.
Sosialisasi ini disambut antusias oleh para petani, yang turut berdiskusi dan bertanya terkait pemilu mendatang. Melalui kegiatan sosilasasi ini,
KPU Sumenep berharap partisipasi petani dan masyarakat desa dalam Pemilihan Gubernur dan Bupati 2024 akan meningkat signifikan.***