Media lokal juga memprediksi Jepang akan mengalami kekurangan tenaga kerja hingga 3,84 juta orang pada 2035, setara dengan 17,75 juta jam kerja yang tidak terisi setiap hari.

Laporan dari Jiji Press menegaskan perlunya reformasi menyeluruh, seperti menyesuaikan kebijakan pajak, mendorong pekerjaan sampingan, dan memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan generatif.

Peluang ini bisa menjadi kesempatan emas bagi tenaga kerja Indonesia untuk dapat berkontribusi, bantu Jepang menghadapi krisis demografi yang tengah melandanya.***