Setelah menerima kedatangan peserta dengan titik kumpul di kantor MWC NU Gapura yang dimotori oleh Kiai Roziqi dan Oonk Sekali, digelarlah acara pembukaan di Aula Tastaman, Madrasah Nurul Anwar secara khidmat.
Acara yang dipersiapkan dengan baik oleh Taufik Ragil, Saiful Bahri, dan tim pengajar Madrasah Nurul Anwar, seperti M. Yono, Syauqi Futaqi, Luthfi, dan lainnya. Sejumlah tokoh Gapura hadir untuk memberikan dukungan, seperti KH. Fadhail (Rais Syuriah MWC NU Gapura), H. Alwi (ketua MWCNU Gapura), Kiai Azhari (pengasuh Nurul Anwar), dan Bapak Rimawi (Kepala Desa Andulang) yang sekaligus membuka acara RAKARA RESIDENSI CERPEN 2024 ini. “Kegiatan ini diberi nama Rakara yang merujuk pada filosofi rakara atau daun siwalan sebagai bahan dasar anyaman yang bisa dibuat beragam bentuk kerajinan. Jadi, kegiatan ini diharapkan bisa seperti rakara, melahirkan banyak manfaat dalam berbagai bentuk kepada semua pihak,†tutur Abdullah Mamber dalam sambutannya sebagai ketua Lesbumi MWC NU Gapura sekaligus ketua panitia RAKARA RESIDENSI CERPEN 2024 dan Helmy Khan sebagai sekretaris. Sementara itu, Daviatul Umam, selaku ketua Komunitas Damar Korong menjelaskan bahwa tahun ini panitia sengaja mengambil tema cerpen, “sedang tahun 2025 insya-Allah akan bertema puisi se-Jawa Timur yang rencananya akan berpusat di Pulau Oksigen, Giliyang, Sumenep,†timpalnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ibnatul Khairah, Wafiqatul Jamilah, dan Imroatul Hasanah selaku tim heroik anti-kelaparan mondar-mandir membagikan kotak-kotak cokelat berisi kue dan nasi. Setelah acara pembukaan, kegiatan pun berlangsung dengan pembekalan dua materi dasar, yaitu Materi I Penelitian Sastra yang menghadirkan tiga orang narasumber:
- Dr. Achdiar Redy Setiawan (Universitar Trunojoyo) “Metode Riset dan Wawancara: Dari Data ke Karyaâ€;
- Matroni Muserang, M.Hum. (STKIP PGRI Sumenep) “Filsafat dalam Sastra, Studi Kasus Cerpenâ€;
- Siswanto, M.A. (Universitar Jember) “Etnografi Cerpen†dengan moderator Elmiyatus Sholehah.
- Khairul Umam (Dosen dan penulis kumcer Bisikan Tanah) “Motivasi Menulis Cerpenâ€;
- A. Warits Rovi (Cerpenis dan Penulis kumcer: Dukun Carok & Tongkat Kayu) “Menemukan Dan Mengolah Tema Lokalitas dalam Cerpenâ€; dan
- Bernando J. Sujibto (Dosen dan cerpenis tinggal di Yogyakarta) “Plot dan Penokohan dalam Cerpen†dengan Siti Aina Fatussunna sebagai moderator.
Hari Kedua: Studi Lapangan, Mentoring Cerpen, dan Penutupan
Hari kedua kegiatan diawali dengan senam dan olah tubuh peserta yang dipandu oleh Latief Atmaja, salah seorang aktor dari Language Theatre Indonesia.
Kemudian, bersama Bapak H. Anshori selaku pendekar Pagar Nusa NU Gapura, para peserta dengan dibagi menjadi tiga kelompok dibawa berjalan kaki sekitar 1,5 km melintasi bukit menuju lokasi etnografi kegiatan.
Bertemu dan berbincang langsung dengan para pengrajin gerabah tembikar Andulang untuk keperluan penulisan cerpen dengan para pendamping masing-masing. Siangnya, para peserta diajak menuju Pantai Bintaro untuk proses pendampingan dengan pemberian materi secara kondisional.
Daviatul Umam (Penulis dan Ketua Komunitas Damar Korong) “Membuat Paragraf Pertama dan Penutup Cerpen yang Menarikâ€, Abdullah Mamber (Pengajar dan Ketua Lesbumi MWC NU Gapura) “Teknik Penyuntingan Cerpen dan EYD Vâ€, Faidi Rizal Alief (Cerpenis dan Penulis Novel Ghai’ Bintang) “Tips dan Trik Publikasi Cerpen di Media Massa serta Karakteristiknyaâ€, Sofyan RH. Zaid (Editor) “Rahasia Menyusun Manuskrip Cerpen Menjadi Buku†dengan Khuzaimah sebagai pemandu.
Di pantai Bintaro dengan pelabuhan bersejarah itulah, di bawah gerimis tipis yang kemudian menjadi hujan badai, peserta dibagi menjadi empat kelompok dalam praktik awal penulisan cerpen dengan empat orang mentor yang andal dan ‘komok’ (retoris), yaitu Khairul Umam, A Warits Rovi, Faidi Rizal Alif, dan Daviatul Umam.
Terakhir, peserta diberi waktu untuk healing di pantai Bintaro, dengan mandi di pantai, naik sampan, belajar mendayung, dan permainan lainnya.
Malam harinya, sebelum acara penutupan digelar, para peserta kembali ke Aula acara untuk mempresentasikan hasil penulisan awal cerpennya kepada para mentor masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan acara Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dipandu oleh Siswanto dan Matroni Muserang.