Pelaku UMKM di MCF 2025 Keluhkan Tarif Sewa Stand hingga Rp3 Juta
NEWS SUMENEP, DIMADURA – Sejumlah pelaku UMKM yang ikut meramaikan Madura Culture Festival (MCF) 2025 menyuarakan keluhan terkait tarif sewa stand yang dinilai terlalu mahal.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, biaya sewa stand bervariasi mulai Rp800 ribu, Rp1,5 juta hingga Rp3 juta untuk satu minggu pelaksanaan event MCF.
Seorang penyewa berinisial F mengaku harus merogoh kocek Rp3 juta untuk satu stand. Ia menilai biaya tersebut tidak sebanding dengan fasilitas yang didapat.
“Stand saya padahal menggunakan tenda milik BPRS Bhakti Sumekar. Panitia tidak mungkin menyewa, pasti hanya pinjam. Tapi kami dikenai Rp3 juta,” katanya, Kamis (04/09/2025).
Keluhan serupa datang dari penyewa berinisial A yang membayar Rp1,5 juta. Menurutnya, harga tersebut cukup memberatkan pelaku UMKM kecil.
“Saya bayar Rp1,5 juta. Padahal pengunjung belum tentu ramai setiap hari. Bebannya berat buat pedagang kecil seperti kami,” ujarnya dengan nada sedih.
Di tempat berbeda, penyewa lain berinisial S, seorang penjual es, mengatakan dirinya dikenai tarif Rp800 ribu untuk seminggu.
“Untungnya tipis sekali, apalagi saingannya banyak. Hal ini sangat memberatkan bagi kami,” keluhnya.
Menanggapi hal tersebut, penanggung jawab event MCF 2025, Sugeng, membantah adanya variasi harga. Ia menegaskan tarif sewa stand ditetapkan seragam.
“Tarif sewa stand di MCF rata Rp1,5 juta dan itu sama dengan stand di setiap OPD. Tidak ada perbedaan. Kalau ada yang menyebut Rp3 juta, itu tidak benar,” ungkapnya.
Perbedaan keterangan antara penyewa dan panitia memunculkan pertanyaan publik soal transparansi biaya sewa. Padahal, MCF diharapkan menjadi ruang pemberdayaan UMKM, bukan sekadar ajang komersialisasi.
Untuk diketahui, MCF merupakan festival budaya terbesar di Madura yang digelar di Stadion A Yani Panglegur, Sumenep, dengan ratusan pelaku UMKM yang memasarkan produk lokal mereka.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





