dimadura
Beranda Tomang Sumenep “Raja Event” Sumenep Sebut OPD Pengampu, RSUDMA, Hanya Nyumbang Rp500 Ribu untuk MCF 2025

“Raja Event” Sumenep Sebut OPD Pengampu, RSUDMA, Hanya Nyumbang Rp500 Ribu untuk MCF 2025

Potret Acara Event MCF 2025 di GOR A Yani Sumenep (Foto: Mazdon/Doc. Dimadura)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA – Kontroversi soal transparansi dana sponsor Madura Culture Festival (MCF) 2025 masih menyeruak.

Panitia penyelenggara, Sugeng Hariyadi, yang dikenal publik sebagai “raja event” Sumenep, menyebut RSUD dr. H. Moh Anwar (RSUDMA) Sumenep hanya menyumbang Rp500 ribu.

Padahal, rumah sakit daerah itu merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu event tersebut.

Isu ini mengemuka setelah Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, menanggapi kabar miring soal minimnya kontribusi pihaknya.

Dengan nada kecewa, ia menegaskan bahwa RSUDMA tetap menjadi bagian penting dalam kepanitiaan.

“Tidak apa-apa meski disebut tidak menyumbang ke acara itu (MCF 2025, red). Tapi perlu teman-teman tahu, kami adalah salah satu OPD Pengampu kegiatan itu,” singkat Dokter Erly, saat diwawancara usai mengikuti acara Job Fair di Gedung Graha Wicaksana Abdi Negara, Rabu (17/09/2025).

Kendati demikian, Dirut Erliyati tetap enggan membeberkan secara gamblang berapa nominal yang sebenarnya diberikan ke panitia MCF 2025.

Sementara itu, Sugeng Hariyadi, selaku panitia menegaskan, bahwa minimnya dukungan sponsor membuat pihaknya harus berjuang keras. Ia bahkan menyebut RSUDMA Sumenep hanya memberikan Rp500 ribu untuk event besar itu.

“Sponsor pun kecil, RSUD hanya Rp500 ribu, SKK Rp2,5 juta, Kangean Energi Rp5 juta,” dalih Sugeng kepada wartawan belum lama ini.

Ia menegaskan, bahwa pungutan yang dilakukan panitia bukan untuk keuntungan pribadi, melainkan menutup kebutuhan operasional festival.

Namun demikian, pernyataan Sugeng justru menuai sorotan publik. Pasalnya, informasi yang beredar menyebut bahwa RSUDMA Sumenep, sebagai OPD pengampu, justru menyumbang hingga Rp20 juta.

Dugaan pun menguat, panitia “mengemplang” dana sponsor RSUDMA Sumenep sebesar Rp19,5 juta.

Kontradiksi antara pernyataan Sugeng dan data di lapangan kian menebalkan dugaan adanya manipulasi informasi terkait arus dana MCF 2025.

Di sisi lain, kabar yang beredar juga menyebut bahwa paguyuban pengusaha rokok, yang awalnya diminta Rp3 juta per orang, terkumpul Rp40 juta, dan masih ada sisa Rp10 juta.

Kini, mata publik tertuju pada transparansi panitia MCF 2025 dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik pungutan yang mencoreng nama baik Pemkab Sumenep.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan