Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Ponpes di Guluk-Guluk, BPBD Sumenep: Nihil Korban Jiwa
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (22/12/2025) siang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu mengakibatkan sejumlah rumah warga serta satu pondok pesantren mengalami kerusakan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Achmad Laily Maulidi, membenarkan terjadinya bencana akibat angin kencang yang melanda tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen di lokasi kejadian sejak sehari setelah peristiwa tersebut terjadi.
“BPBD sudah turun ke lapangan kemarin untuk melakukan asesmen. Memang itu tugas kami untuk memastikan dampak dan kebutuhan pascabencana,” kata dia saat dikonfirmasi, Selasa (23/12/25).
Selain asesmen, menurut pria yang akrab disapa Laili tersebut, BPBD juga telah melakukan langkah penanganan awal atau keberhasihan di lokasi terdampak guna meminimalkan risiko lanjutan bagi warga.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, bencana angin kencang tersebut mengakibatkan kerusakan pada satu bangunan pondok pesantren, lima rumah warga, serta satu dapur.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada korban jiwa. Nihil. Kerusakan yang terjadi mayoritas pada bagian atap, terutama genting yang terhempas angin,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Guluk-Guluk AKP Akhmad Gandhi, mengatakan angin kencang datang secara tiba-tiba dan menyebabkan beberapa pohon tumbang.
Selain itu, bagian atap rumah warga, dapur, hingga kamar mandi di Dusun Masaran rusak akibat terpaan angin.
“Kerusakan juga terjadi di Pondok Pesantren Babus Salam, terutama pada atap bangunan. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tuturnya. Senin, (21/12/25).
Menurut AKP Akhmad Gandhi, tingkat kerusakan yang dialami warga bervariasi, mulai dari ringan hingga sedang.
Sejumlah rumah yang terdampak di antaranya milik Dian P. Arsam, Idi, Jubri, Habibah, dan Sanima, seluruhnya berada di Dusun Masaran, Desa Payudan Dundang.
Total kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 20 juta.
Usai kejadian, aparat kepolisian bersama personel Koramil Guluk-Guluk dan perangkat desa setempat langsung turun ke lokasi.
Mereka bergotong royong membantu warga membersihkan pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan serta merapikan sisa-sisa bangunan yang rusak.
“Penanganan dilakukan bersama masyarakat dan situasi hingga sore hari terpantau aman serta kondusif,” kata Gandhi.
Pihak kepolisian mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi.
”Kami minta masyarakat segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi bencana serupa di lingkungan mereka,”pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




