BPBD Sumenep Lakukan Asesmen Dampak Angin Puting Beliung di Guluk-Guluk
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep melakukan asesmen terhadap dampak bencana angin puting beliung yang melanda wilayah Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laily Maulidi, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
“BPBD sudah melakukan asesmen sejak kemarin, karena memang tugas kami adalah melakukan pendataan dan penilaian awal terhadap dampak bencana,” kata dia. Selasa, (23/12/25).
Berdasarkan hasil asesmen sementara, angin puting beliung mengakibatkan kerusakan pada satu pondok pesantren, lima rumah warga, serta satu dapur.
Kerusakan didominasi pada bagian atap bangunan akibat genting yang terhempas angin kencang dan tidak ada korban jiwa.
“Jadi nihil ada korban jiwa hanya genting yang di terhempas oleh angin,” ujarnya.
Peria yanga akrab disapa Laily tersebut, juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat bulan Desember hingga Januari merupakan puncak musim hujan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ia menegaskan, potensi bencana hidrometeorologi tidak hanya berupa angin puting beliung, tetapi juga genangan air, banjir, dan tanah longsor.
“Karena itu kami mengajak masyarakat untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, seperti gotong royong membersihkan lingkungan, saluran air, serta tidak membuang sampah sembarangan,”tutur Laily.
Selain itu, Laily juga meminta warga memangkas pohon atau ranting yang sudah rapuh dan berpotensi tumbang, serta memeriksa struktur bangunan rumah guna mengurangi risiko kerusakan apabila terjadi cuaca ekstrem susulan.
Menurut dia, berdasarkan data historis kejadian bencana, angin puting beliung kerap terjadi di Kecamatan Kalianget, Guluk-Guluk, Rubaru, serta wilayah kepulauan.
Sementara itu, genangan air dan banjir lebih sering terjadi di Kecamatan Lenteng, Saronggi, Kota Sumenep, dan Kalianget, meskipun tidak menutup kemungkinan juga terjadi di Kecamatan Gapura dan Talango.
“Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan dampak bencana, terutama di tengah cuaca ekstrem saat ini,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




