Harlah Satu Abad NU, Abe Jatim: NU Hadir sebagai Sintesa
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) dari Fraksi PDI Perjuangan, Abrari yang akrab disapa Abe menyampaikan refleksi mendalam menjelang peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026.
Tahun ini, NU memasuki usia berusia 1 abad secara Masehi, atau 100 tahun sejak pertama kali didirikan pada 31 Januari 1926, bertepatan dengan 16 Rajab 1344 Hijriah, di Surabaya, Jawa Timur.
Harlah NU tahun 2026 diperingati pada 31 Januari 2026, menjadi hari bersejarah bagi Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU).
Momen tersebut, menurut Abe, bukan sekadar perayaan usia, melainkan ruang refleksi atas peran besar NU sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, bahkan dunia.
“Sejak lahir, NU diobsesikan sebagai organisasi yang menjaga kemaslahatan umat. Merawat apa yang sudah baik dan menginisiasi hal-hal yang lebih baik, baik dalam konteks hablun minallah maupun hablun minannas, termasuk menanamkan semangat hubbul wathan,” kata dia. Jum’at, (30/1/26).
Abe menegaskan, kontribusi NU dalam menjaga stabilitas sosial, toleransi, dan persatuan bangsa telah teruji sepanjang sejarah, terutama di tengah tantangan polarisasi masyarakat yang semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dia, NU hadir sebagai sintesa dan jalan tengah yang melahirkan kesalehan spiritual, kesalehan sosial, sekaligus kesalehan individual. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa yang majemuk.
Di tengah dinamika global dan pesatnya digitalisasi, fraksi PDI perjuangan tersebut menilai NU dihadapkan pada tantangan transformasi, khususnya dalam bidang dakwah dan pendidikan.
Transformasi itu, kata Abe, harus dilakukan secara adaptif tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai dasar ke-NU-an.
“NU perlu terus mengontekstualisasi diri seiring perubahan zaman yang bergerak sangat cepat, terutama menghadapi generasi yang juga terus berubah. Dengan begitu, NU tetap relevan dan diminati oleh generasi muda,” jelas dia.
Abe pun menyampaikan harapannya agar NU tetap konsisten dalam perannya sebagai penggembala moral bangsa, menjadi laboratorium peradaban, serta menjadi ruang yang teduh dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“NU harus terus menjadi rumah besar yang menenangkan, tempat semua kalangan bisa berteduh dan belajar nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




