dimadura
Beranda Roma Desa Kades Jaddung Buka Fakta, Puluhan Tahun Tinggal di Kandang, Ibu Suray Ternyata…

Kades Jaddung Buka Fakta, Puluhan Tahun Tinggal di Kandang, Ibu Suray Ternyata…

Kolase tangkap layar video Tiktok Dullo Sampang saat meninjau bangunan reyot tempat Ibu Suray tinggal di Desa Jaddung, Pragaan, Sumenep, disambut warga dan Kades Kusnadi. (Istimewa/doc.dimadura)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS, DIMADURA Kisah hidup Ibu Suray, lansia sebatangkara yang hidup di kandang reyot di pelosok Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, membuka fakta yang lebih dalam dari sekadar video viral.

Setelah kehadiran Dullo Sampang menyita perhatian publik, Kepala Desa Jaddung, Kusnadi, mengungkap bahwa Ibu Suray sebenarnya sudah pernah diusulkan masuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun hingga kini, bantuan itu disebut tak pernah terealisasi.

“Alhamdulillah cukup membantu sekali ke masyarakat yg mendapatkan hasil perjuangan Dullo. RTLH sudah diajukan tidak pernah dapat,” kata Kades Jaddung, saat dikonfirmasi melalui media perpesanan, Senin (4/5) siang.

Pengakuan tersebut menjadi catatan serius di tengah proses renovasi rumah Ibu Suray yang kini justru berjalan lewat donasi publik.

Diberitakan sebelumnya, kondisi Ibu Suray terungkap setelah seorang warga merekam kesehariannya di bangunan rapuh yang selama bertahun-tahun dijadikan tempat tinggal.

Video itu kemudian sampai ke tangan Dullo Sampang, kreator konten sosial asal Sampang yang aktif membantu warga kurang mampu melalui platform TikTok.

Respons datang cepat. Dullo turun langsung ke Desa Jaddung untuk memastikan kondisi di lapangan. Setelah melihat sendiri bangunan yang nyaris roboh dan harus ditopang agar tetap berdiri, ia memutuskan membuka penggalangan bantuan melalui siaran langsung TikTok.

Dukungan dari warganet pun mengalir. Dana terkumpul melalui saweran digital dan transfer bantuan. Pembangunan rumah Ibu Suray mulai dikerjakan sejak Jumat (1/5/2026), dengan pondasi awal yang kini telah berdiri.

Sebelumnya, Ibu Suray sempat menyampaikan permohonan bantuan dalam bahasa Madura melalui video yang diunggah ulang Dullo.

“Menta tolong sengko’ ka ba’en Na’ Dullo, ta’ andhi’ roma sengko’ Na’ Dullo. Menta’a bellas engko’ kaneserre Na’ Dullo,” ucap Ibu Suray.

Ucapan itu berarti, “Minta tolong aku padamu Nak Dullo, aku tidak punya rumah. Kasihanilah aku.”

Melihat langsung kondisi tempat tinggal tersebut, Dullo mengaku tersentuh. “Kandhangnga etongka, mela para’ robbowa. Ya Allah, kaula ngennes, ta’ tega,” katanya.

Kini, rumah layak huni untuk Ibu Suray mulai dibangun lewat gotong royong warga dan dukungan publik. Namun pengakuan Kepala Desa Jaddung soal RTLH yang tak pernah turun meninggalkan pertanyaan belum terjawab.

Hingga berita ini tayang, konfirmasi kepada pihak berwenang, dalam hal ini Kepala Disperkimhub Sumenep, Ach. Dzulkarnain, belum mendapat respons.

***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan