RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Layanan Modern dan Digitalisasi Kesehatan
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Jawa Timur, terus memperkuat perannya sebagai pusat layanan kesehatan rujukan di kawasan timur Pulau Madura.
Peran tersebut, melalui pembaruan teknologi medis, digitalisasi pelayanan, serta peningkatan fasilitas yang berorientasi pada kenyamanan pasien.
Di bawah kepemimpinan Direktur RSUDMA, dr. Erliyati, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut menjalankan transformasi menyeluruh yang tidak hanya menyasar pengembangan sarana prasarana, tetapi juga pembenahan sistem pelayanan agar lebih efektif, transparan, dan ramah bagi masyarakat.
Salah satu inovasi yang dihadirkan ialah pemanfaatan teknologi Radio Frequency Ablation (RFA) untuk penanganan tumor tiroid jinak.
Metode ini, menurut Erliyati, memungkinkan tindakan medis tanpa operasi besar maupun rawat inap, sehingga pasien cukup menjalani prosedur dengan tusukan minimal dan dapat pulang pada hari yang sama.
“RFA menjadi solusi yang lebih aman dan efisien bagi pasien. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di daerah mampu menghadirkan teknologi setara dengan rumah sakit besar di kota,” kata dr. Erliyati, Jumat (6/2/26).
Penguatan layanan juga dilakukan melalui digitalisasi sistem. Masyarakat kini dapat mendaftar poliklinik secara daring, memantau antrean melalui sistem elektronik, serta melakukan pembayaran menggunakan virtual account.
“Langkah ini kami ambil agar masyarakat tidak perlu menunggu lama. Cukup mendaftar secara online dan datang sesuai jadwal yang tertera di sistem,” jelasnya.
Tidak hanya itu, transformasi turut terlihat dari peningkatan fasilitas fisik, ditandai dengan peresmian Gedung Poli Terpadu yang menghadirkan layanan lebih modern dan terintegrasi.
Gedung tersebut dilengkapi sejumlah layanan baru, antara lain Poli Nyeri, kemoterapi, serta patologi anatomi.
Selain itu, RSUDMA juga memperluas layanan diagnostik melalui penambahan unit CT scan, penyediaan fasilitas MRI, serta pelaksanaan program sosial “La Sehat” yang membantu pasien kembali ke rumah setelah masa perawatan.
Bagi Erliyati, inovasi bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga kepedulian kepada pasien.
“Kami ingin setiap pasien merasa diperhatikan sejak masuk hingga kembali ke rumah dalam kondisi lebih baik,” tambah dr. Erliyati.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




