Anggaran Pelatihan Kerja Disnaker Sumenep 2026 Hampir Rp1 M, Ini Kata DPR
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep, Jawa Timur, mengelola anggaran sebesar Rp 938.263.000 yang dialokasikan untuk kegiatan pembinaan dan pelatihan kerja pada tahun anggaran 2026.
Dana yang mendekati Rp 1 miliar tersebut diproyeksikan guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja di daerah.
Berdasarkan data dalam Sistem Rencana Umum Pengadaan (Sirup), terdapat 12 paket kegiatan yang direncanakan dalam program tersebut.
Dari sejumlah kegiatan itu, alokasi anggaran terbesar mencapai Rp 228.800.000 yang diperuntukkan bagi honorarium narasumber atau pembahas, moderator, pembawa acara, serta panitia pelaksanaan pelatihan berbasis unit kompetensi.
Besarnya nilai anggaran itu mendapat perhatian dari kalangan legislatif.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Masdawi, menegaskan bahwa program pelatihan dan pembinaan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, tidak sekadar berhenti pada pelaksanaan kegiatan.
“Hasilnya harus jelas, utamanya pada peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kerja di Sumenep,” terang dia.
Masdawi juga menekankan bahwa program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 harus mampu mendorong peningkatan kesempatan kerja serta kemandirian usaha masyarakat.
Selain itu, menurut dia, diperlukan pendampingan dan evaluasi yang terukur setelah pelatihan selesai agar manfaat program dapat dipastikan.
“Setelah pelatihan harus ada pendampingan dan evaluasi yang jelas supaya hasilnya terukur dan anggaran yang dikeluarkan tidak sia-sia,” kata Masdawi.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin, membenarkan atas anggaran tersebut.
”Itu aja,” tutupnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




