dimadura
Beranda Tomang Sumenep Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Takjil Jelang Ramadan 1447 H

Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Takjil Jelang Ramadan 1447 H

Foto: Saat Pj Sekda Sumenep, Syahwan Effendi Saat Mengunjungi Stand Bazar Takjil di Jalan Dr. Soetomo Sumenep, (Ari/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA–Memasuki bulan Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memperketat pengawasan terhadap peredaran makanan dan minuman takjil guna memastikan keamanan konsumsi masyarakat selama bulan puasa.

‎Langkah mitigasi tersebut diambil seiring meningkatnya aktivitas penjualan dan pembagian takjil secara cuma-cuma di berbagai titik di wilayah Kabupaten Sumenep.

‎Pemerintah daerah menilai pengawasan perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah potensi gangguan kesehatan akibat makanan yang tidak memenuhi standar.

‎Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan pengawasan takjil menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

‎Hal itu disampaikannya usai rapat koordinasi di rumah dinasnya, Kamis (19/2/2026).

‎“Takjil yang dijual maupun yang dibagikan secara gratis harus diawasi agar tidak menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan masyarakat,” kata Fauzi.

‎Ia meminta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep melakukan pemantauan intensif hingga ke tingkat fasilitas layanan kesehatan dasar.

‎Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat juga harus diperkuat melalui jaringan puskesmas.

‎“Kami minta Dinkes P2KB menyampaikan imbauan kepada seluruh puskesmas agar diteruskan kepada masyarakat sekaligus melakukan pengawasan di lapangan,” ucapnya.

‎Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Ellya Fardasah, menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah teknis melalui Tim Keamanan Pangan yang selama ini bertugas memantau kualitas makanan di daerah tersebut.

‎Menurut Ellya, tim tersebut dilengkapi perangkat sanitarian kit untuk memeriksa kualitas udara, air, serta bahan pangan yang beredar di masyarakat.

‎Pengawasan tidak hanya dilakukan saat Ramadan, melainkan menjadi program rutin dinas kesehatan.

‎“Tim Keamanan Pangan sudah bekerja sejak lama. Pada Ramadan ini kami akan memaksimalkan pemantauan, baik terhadap takjil yang diperjualbelikan maupun yang dibagikan komunitas,” kata dia.

‎Selain pengawasan langsung, Dinkes P2KB juga menggencarkan edukasi publik melalui penyebaran stiker dan materi sosialisasi di fasilitas umum, puskesmas, serta sekolah.

‎Pemerintah daerah mengimbau masyarakat lebih selektif dalam memilih makanan berbuka puasa dan memastikan produk yang dikonsumsi memenuhi standar kesehatan.

‎“Kami mengajak masyarakat mengonsumsi makanan sesuai standar kesehatan demi menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah puasa,” tutup Ellya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan