Nasabah Saksi di Lokasi Sebut Pekerja Proyek Konstruksi Kantor Bank Jatim Sumenep Tanpa APD
Peringatan terpasang, aktivitas berjalan. APD disebut tak terlihat, korban sudah jatuh.
NEWS, DIMADURA – Seorang nasabah yang menjadi saksi di lokasi meninggalnya pekerja proyek konstruksi Kantor Bank Jatim Cabang Sumenep, berinisial IQ, mengungkapkan hal memprihatinkan.
IQ mengaku melihat langsung kondisi pekerja di lokasi proyek. “Kemarin se sengkok ke sana, pekerjanya tidak dilengkapi alat pengaman atau APD kak,” ungkap IQ kepada media ini, Sabtu (18/4).
Dijelaskan, saat dirinya berada di lokasi, Jumat (17/4), aktivitas rekonstruksi Kantor Bank Jatim Cabang Sumenep sedang berlangsung, sebelum lalu terjadi insiden maut yang menewaskan seorang pekerja bangunan.
Di lokasi, kata dia, para pekerja terlihat beraktivitas di area proyek dengan rangka besi terbuka di bagian depan gedung.
Material konstruksi berserakan. Tangga dan perancah berdiri di sisi bangunan. Area kerja dibatasi rantai pengaman. “Papan peringatan bertuliskan “Awas! Bahaya Benda Jatuh” terpasang di bagian depan,” katanya.
Keterangan IQ menambah catatan soal keselamatan kerja di proyek itu. Sebelumnya, keluarga korban juga mengungkap dugaan adanya kabel dengan pelindung yang rusak.
“Itu saat Y menyambung kabel, disitu menurut keterangan dari pihak perusahaan, proyek di Bank Jatim Sumenep ternyata banyak kulit kabel yang lecet,” kata Riki, ponakan korban.
Korban berinisial Y meninggal dunia setelah diduga tersengat listrik saat mengerjakan instalasi di area interior.
Ia sempat dilarikan ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sekitar pukul 09.10 WIB. Penanganan medis telah dilakukan. Nyawanya tidak tertolong.
Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak vendor maupun manajemen Bank Jatim Sumenep terkait standar keselamatan kerja di lokasi proyek.
Pihak bank sebelumnya menyatakan perbaikan interior ditangani vendor dari Surabaya dan masih menunggu laporan lengkap.
“Karena ini dikerjakan oleh vendor dari Surabaya, kami masih menunggu laporan lengkap dari pihak pelaksana. Nanti kami koordinasikan dulu untuk memastikan kronologinya,” kata Melli.
Kasus ini masih dalam penelusuran. Aparat berwenang belum menyampaikan hasil pemeriksaan terkait penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.
***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





