dimadura
Beranda Tomang Sumenep Belasan Nasabah Amartha Sumenep Protes, Diduga Ada Fraud di Tubuh Manajemen

Belasan Nasabah Amartha Sumenep Protes, Diduga Ada Fraud di Tubuh Manajemen

Kantor Amartha Sumenep yang berlokasi di Perumahan Bumi Sumekar Asri, Kolor, Kec. Kota Sumenep, Jawa Timur 6941. (Foto: Mazdon/doc.dimadura)7

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS, DIMADURA – Belasan nasabah Amartha di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyampaikan protes atas dugaan persoalan setoran angsuran yang dinilai tidak tertangani secara tuntas.

Keluhan itu mencuat setelah sejumlah nasabah menemukan tunggakan dalam aplikasi, padahal mereka mengaku telah melakukan pembayaran kepada petugas lapangan.

Salah satu nasabah berinisial TR mengaku rutin menyerahkan pembayaran angsuran kepada petugas lapangan berinisial A. Namun, dalam sistem perusahaan, pembayaran tersebut disebut tidak seluruhnya tercatat sebagai transaksi resmi.

“Setelah sempat ada aksi protes dari nasabah, persoalan ini belum juga jelas. Kami justru merasa tidak mendapat kepastian,” ungkap TR, Rabu (13/5).

Menurut pengakuan sejumlah nasabah, upaya meminta penjelasan kepada pihak manajemen belum membuahkan hasil yang memuaskan. Kondisi itu kemudian memicu kecurigaan adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan setoran angsuran.

Kecurigaan semakin menguat ketika nasabah meminta pencocokan data transaksi langsung dari kantor cabang. Namun, menurut mereka, pihak manajemen menyampaikan adanya kendala teknis pada sistem aplikasi.

“Awalnya kami diberi penjelasan kalau transaksi sudah masuk dan kemungkinan hanya gangguan sistem. Tapi saat kami minta bukti data, alasannya sistem sedang error,” kata TR.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, struktur manajemen di wilayah Sumenep disebut melibatkan atasan manajer berinisial DF serta pimpinan cabang berinisial R. Sejumlah nasabah juga menilai persoalan tersebut berlarut-larut karena penanganannya tidak dilakukan secara terbuka.

Saat dikonfirmasi terpisah, DF memilih mengarahkan konfirmasi kepada pimpinan cabang. “Saya arahkan ke pimpinan cabangnya saja,” jelasnya singkat.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Amartha Sumenep berinisial R membenarkan sempat terjadi kesalahpahaman antara nasabah dan petugas lapangan. Namun ia membantah adanya penggelapan dana maupun praktik fraud di internal perusahaan.

Menurutnya, persoalan tersebut lebih disebabkan ketidaksesuaian pembayaran dan kendala teknis pada sistem transaksi.

“Kami sudah melakukan tindak lanjut dan pendampingan kepada nasabah. Sebagian besar sudah kembali normal,” jelasnya, saat dikonfirmasi via saluran telpon, Rabu (13/5) siang.

Ia juga memastikan seluruh transaksi dapat ditelusuri melalui aplikasi internal perusahaan dan menyebut proses investigasi masih berlangsung terhadap beberapa nama yang masih mengalami kendala.

Sebagai informasi, Amartha merupakan perusahaan teknologi finansial berbasis pembiayaan kelompok yang berfokus pada pemberdayaan pelaku UMKM, khususnya perempuan di wilayah pedesaan.

Perusahaan tersebut telah beroperasi sejak 2010 dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.

***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan