- Terjemahan: Jangan menjadi kolam tanpa ikan.
- Makna: Jangan menjadi tempat yang kosong dan tidak bermanfaat, hanya mengikuti arus tanpa memberi nilai lebih.
Sumatera (Minangkabau): Manuruik sakali, mangampiak duo kali.
- Terjemahan: Menurut sekali, diinjak dua kali.
- Makna: Jika seseorang terlalu penurut tanpa perhitungan, maka ia akan semakin diperlakukan seenaknya oleh orang lain.
Sulawesi (Bugis): Narekko teai akkalmu, pi’lakko maneng tu mungkauru.
- Terjemahan: Jika tidak punya akal, maka kamu hanya berjalan di belakang orang lain.
- Makna: Seseorang harus berpikir sendiri dan tidak sekadar mengikuti orang lain tanpa pemahaman.
Papua (Irian Jaya): Inai woto onago, agi otonade.
- Terjemahan: Jangan jadi daun yang diterbangkan angin.
- Makna: Jangan mudah terombang-ambing oleh keadaan atau pengaruh orang lain.
3 Contoh Peribahasa Serupa dari Dunia
Tiongkok: HÄ“irén bÄng qiáng rén tuÄ« lún yÇ xià ng.
- Terjemahan: Orang buta membantu orang kuat mendorong gerobak.
- Makna: Jangan menjadi orang yang membantu tanpa memahami tujuan atau akibatnya.
Jerman: Der Schaf folgt blind dem Hirten.
- Terjemahan: Domba mengikuti gembala secara buta.
- Makna: Orang yang mengikuti tanpa berpikir sendiri akan mudah tersesat.
Arab: Man la ra’yu lahu la hayata lahu.
- Terjemahan: Orang yang tidak punya pendapat sendiri, tidak akan memiliki kehidupan sendiri.
- Makna: Orang yang selalu mengikuti perintah tanpa berpikir sendiri tidak akan memiliki kebebasan sejati.
Peribahasa Ja' Daddi Pe-sapeyan Pappa memberikan pelajaran penting tentang pentingnya memiliki prinsip dan kesadaran dalam bertindak.
Seseorang yang hanya menurut tanpa memahami arah dan tujuan hidupnya akan mudah dimanfaatkan dan dilupakan begitu saja.
Fenomena ini ternyata tidak hanya ada di Madura, tetapi juga tercermin dalam berbagai kebudayaan di Indonesia dan dunia, menunjukkan bahwa nilai kebijaksanaan ini bersifat universal.


