Pangkèng, Paramasastra--Dilihat dari unsur kata induktif yang menyusunnya, setidaknya okara bahasa Madura terbagi menjadi 4 macam. Merangkum beberapa sumber, berikut ini 4 macam okara bahasa Madura berdasarkan isi atau indikasi kata induktif yang menyusunnya. 4 Macam Okara Bahasa Madura Berdasarkan Indikasi Isi sebuah kalimat antara lain, 1) okara petodu (instruksional) , 2) okara careta (deklaratif), 3) okara petanya (integratif), 4) okara pesoro (imperatif).

1. Okara petodu

Okara petodu dalam bahasa Indonesia kita sebut kalimat petunjuk atau instruksional. Dengan kata lain, okara tersebut memuat kata pronomina atau kata ganti tempat seperti: ini (reya), itu (rowa), di sini (e dhinna'), di sana ( e dhissa'), dan lain sebagainya. Dalam paramasastra bahasa Madura, kata petunjuk terkadang diletakkan di depan okara dan terkadang diletakkan setelah kata pertama. Baca Juga: Rangrang Oreng Lebur Nyerrat Gaguridan Basa Madura, Ka’dhinto 10 Faktor Asel Jajak Pamanggi DIMADURA Diletakkannya kata petunjuk setelah kata pertama dalam okara bertujuan atau berfungsi untuk menjelaskan kata itu sendiri. Mari perhatikan beberapa contoh berikut!

a. terletak di depan okara

  • Arowa se ekoca' oreng ontong
  • Reya ettassa Ramli se ceccer ba'ari'
  • E dhinna' tadha' ajam celleng molos
  • E dhissa' rowa kompolanna oreng carokong
  • Itulah yang disebut orang beruntung
  • Ini tas Ramli yang tertinggal kemarin
  • Di sini tidak ada ayam hitam polos
  • Di sana itu kumpulannya orang kumuh
Baca Juga: Macemma Ranḍhâ

b. terletak setelah kata yang diterangkan

  • Kana' jareya mored SMANU Sumenep
  • Bengko rowa bagus onggu
  • Sape dhissa' ba'-juba' kabbi, ta' kenneng kadagang
  • Embi' e dhiya lako amonyeyan
  • Anak ini murid SMANU Sumenep
  • Rumah itu bagus sekali
  • Sapi di sana jelek-jelek semua, tak cocok untuk dijadikan dagangan
  • Kambing di sini selalu mengembek

c. terletak di akhir okara

  • Mon melleya nase' e dhissa' juko'na man-nyaman kabbi
  • Baramma'a pas mon la mara reya!
  • Sandhalla ana'na ceccer e bengko rowa
  • Kalau mau beli nasi di sana ikannya enak-enak semua
  • Lalu bagaimana kalau sudah begitu
  • Sandal anaknya ketinggalan di rumah itu
Baca Artikel Terkait: Okara Bahasa Madura: Arti, Contoh dan Macam-macam Frasa Beserta Fungsinya

2. Okara Careta

Okara careta adalah kalimat yang mendeskripsikan tentang suatu keadaan dimana predikat dari kalimat tersebut menceritakan subjeknya. Selain itu, okara careta biasanya juga memuat kata-kata yang menggambarkan tentang suatu benda (subjek), tempat (latar) dan waktu (setting). Berikut ini contoh okara careta berdasarkan indikasi kata utama yang memuatnya. Baca Juga: “Sapi Perah” Itu Bernama Sopir Truk Galian
  • Ponakanna ba'na pajat esto (subjek)
  • Taretanna Bahru sateya la daddi guru agama (subjek)
  • Eppa' nemmone tamoy neng e amper (latar)
  • Paman ngeba landhu' ka teggal jubara' (latar)
  • Romi entar ka pasar jang lagguwan ban ebuna (setting)
  • Sabban sore bannya' oreng lan-jalanan ka Lingkar Utara (setting/subjek/latar)
  • Malemma sengko' amaen ka ca-kanca SD (setting/subjek/objek)
  • Keponakan kamu memang baik
  • Saudaranya Bahru sekarang sudah jadi guru agama
  • Bapak sedang menemani tamu di serambi depan
  • Paman membawa cangkul ke tegal sebelah barat
  • Romi pergi ke pasar pagi-pagi sekali bersama ibundanya
  • Setiap sore banyak orang yang jalan-jalan ke Lingkar Utara
  • Tadi malam saya pergi bermain ke teman-teman SD

3. Okara Petanya

Okara petanya adalah kalimat yang memuat kata pertanyaan atau, kadang tidak berisi kata tanya tetapi terdapat tanda tanya di akhir okara tersebut. Baca Juga: Bagaimana Nasib PPPK Setelah 5 Tahun Kerja? Okara petanya bisa berasal dari okara petodu maupun okara careta. Lebih jelas, langsung saja mari perhatikan contoh-contoh berikut ini.

Contoh okara petanya sokkla

  • Ba'na alako apa?
  • Apa bai ba'na ma' se lako agir-gigir, Dus?
  • Sapa se dhateng dhari Mekka?
  • Sapaan se entar ka onjangan?
  • Andhi'na sapa sapadu reya?
  • Baramma carana ngarang gaguridan se bagus?
  • E dhimma badha motor se ejuwala?
  • Arapa ba'na ma' marongo'?
  • Arapa'a ba'na ma' entar ka jadhiya?
  • Ali rowa ana'na sapa?
  • Dha'emma la pessena se ba'ari'?
  • Kamu sedang mengerjakan apa?
  • Kenapa kamu kok selalu marah-marah, Dus?
  • Siapa yang baru datang dari Mekkah?
  • Siapa saja yang pergi ke undangan?
  • Punya siapa sepatu ini?
  • Bagaimana cara mengarang puisi yang bagus?
  • Dimana ada mobil yang mau dijual?
  • Kenapa kamu kok merengut?
  • Mau apa kau ke situ?
  • Ali itu anak siapa?
  • Kemana sudah uang yang kemarin?

Contoh okara petanya petodu

  • Kana' reya molae bila badha e dhinna'?
  • Lencak rowa sapa se agabay?
  • E budhiyanna dapor dhimma se emaksod ba'na?
  • Entara dha'emma ba'na ma' akalambi anyar?
  • Arowa kobina kaena, ya?
  • Reya salebbarra sapa, ra?
  • Anak ini mulai kapan ada di sini?
  • Tempat duduk dari bambu itu siapa yang buat?
  • Di belakang dapur sebelah mana maksud kamu?
  • Hendak kemana kamu kok pakai baju baru?
  • Itu kopi akimu, ya?
  • Ini celana milik siapa, ya?

Contoh okara petanya careta

  • Ba'ari' rowa ba'na entar dha'emma ya, ma' engko' nangale ba'na nompa' sapedha motor ban rajina?
  • Kemarin itu kamu hendak kemana ya, kok saya lihat kamu naik sepeda motor bareng istrimu?
  • Said rowa ongguna ana'na sapa ra, ma' badha se ngoca' Said ana'na Mohawiya, badha se ngoca' ana'na Suhadiya? Se kemma se teppa'?
  • Said itu sebenarnya anak siapa ya, kok ada yang bilang Said anak dari Mohawiya, ada lagi yang bilang anak dari Suhadiya?
  • Sengko' lagguna entara arekreasi ka Malang, mon ba'na ban sana'baraja dha'emma'a?
  • Saya besok akan berekreasi ke Malang, kalau kamu dengan keluargamu mau kemana?

4. Okara Pesoro

Maksud okara pesoro adalah kalimat yang memuat kata-kata perintah. Okara pesoro dalam ilmu gramatika bahasa Indonesia disebut kalimat imperatif. Untuk membuat kalimat perintah dalam Bahasa Indonesia, kita biasanya hanya perlu menambahkan akhiran kan atau lah, bisa juga imbuhan (i) di akhir kata kerja tersebut. Contoh: ambilkan atau ambillah (kala'agi), kerjakan atau lakukanlah (lakone), parani (kone'e), dan lain sebagainya. Baca Juga: Sèmo Bhâsana Orèng Masra'aghi Mantan Lakè' Bâkto Ghâbây Ada pula yang tidak mendapatkan imbuhan, yakni langsung menggunakan kata asal itu sendiri seperti, jemput, makan, minum dan lain sebagainya. Kata asal tersebut akan menjadi okara pesoro dalam bahasa Madura ketika diucapkan dengan intonasi bertanya. Berikut ini contoh okara petanya dalam bahasa Madura berikut artinya dalam bahasa Indonesia.
  • Lakona lakone, kennenganna kennenge! Kerjakan pekerjaan-(mu), tempati tempat-(mu)
  • Kala'agi sabun e attassa lamari Ambilkan sabun di atas lemari
  • Kone'e sengko' neng e Stasiun Gambir, ya! Jemput aku di Stasiun Gambir, ya!

Okara Pamoji

Ada satu lagi jenis okara bahasa Madura berdasarkan indikasi isinya, yakni okara pamoji, sebagaimana disebutkan dalam buku "Panduman Basa Madura" karya Prof Dr Abd Sukur Notoasmoro (Edisi Revisi: Cet. 1, Rose Book, November 2020).
"Okara pamoji otaba pangarep tamaso' jugan dha' okara pasoro. Neng okara gapaneka biyaseponbbadha oca': moga-moga, mandar, malar mandar, malar moga." (hlm. 181)
Contoh Okara Pamoji
  • Malar moga ba'na daddiya oreng se ontong e dunnya kantos akherat

 (Mudah-mudahan kamu jadi orang yang beruntung, baik di dunia maupun kelak di akhirat)

  • Malar mandar Guste Se Amorba Jagat aparenga kabellasan monggu Rama tor Ebu

(Mudah-mudahan Gusti Allah yang merajai alam mencurahkan kasih-sayangNya kepada Rama dan Ibu).

  • Moga-moga ba'na sataretanan padha olleya judhu se teppa'; judhu se esto, iya ka ba'na, ka sengko', ka eppa'na ban sabarundhut bala-karaba se badha e dalemma mattowana pagi'

(Moga-moga kamu dan saudaramu sama dianugerahi jodoh yang baik; jodoh yang cinta, iya sama kamu, saya (ibumu), bapakmu dan seluruh keluarga yang ada di rumah mertuamu kelak).

  • Pangarep badan kaula, Paman sareng Bibbi' mandar padha'a baras salamet, ta' kantosa etangko musiba satebana neng e Sulawesi

(Harapan saya, Paman beserta Bibi semoga sama-sama baik, tidak mendapat musibah setibanya di Sulawesi).

  • Kaso'on pamojina, malar moga badan kaula sana'-baraja same kaparenga ne'mat baras salamet salanjangnga

(Terima kasih atas doanya, mudah-mudahan saya dan keluarga sama mendapatkan nikmat kesehatan dan keselamatan senantiasa). Ya, demikianlah penjelasan tentang 4 Macam Okara Bahasa Madura Berdasarkan Isinya. Semoga bermanfaat dan mator sakalangkong!