NEWS, SUMENEPBinaragawan muda asal Kabupaten Bangkalan, Ramadan Karim, tampil sebagai juara 1 pada event Madura Body Contest (MBC) yang diselenggarakan Pemkab Sumenep di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sabtu (4/5) kategori New Muscle.

Ramadan Karim mengaku masih dua tahun menggeluti dunia body contest atau tarung otot. Tapi di usianya yang masih baru menginjak 19 tahun, Ramadan sudah acapkali tampil di berbagai ajang body contest, baik di tingkat lokal maupun regional.

Pertama kali, Ramadan Karim ikut kompetisi Body Contest kelas News Muscle di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada kesempatan itu ia hanya berhasil masuk 20 besar. Ia mengaku sempat mencoba ikut kompetisi tarung otot di tingkat yang lebih tinggi tetapi kandas di babak penyisihan.

Kegagalan demi kegagalan tidak menyurutkan semangat Ramadan Karim untuk terus berlatih. Dia terus mencoba meningkatkan kuantitas dan kualitas latihannya di tempat biasa dia nge-gym.


BERITA TERKAIT: Gencar Gelar Event, Bupati Fauzi Klaim Perekonomian Masyarakat Sumenep Tumbuh 5,35 Persen https://dimadura.id/gencar-gelar-event-bupati-fauzi-klaim-perekonomian-masyarakat-tumbuh-535-persen/

Proses tidak akan mengkhianati hasil. Demikian motivasi hidup yang ia bela dengan gigih, hingga akhirnya Ramada Karim berhasil tampil sebagai Juara1 pada ajang MBC Bupati Sumenep Cup 2024 di Pantai Slopeng, Dasuk, Sumenep, Madura.

“Alhamdulillah di Sumenep bisa juara satu. Sangat bersyukur. Saya persembahkan juara ini untuk kedua orangtua. Mator sakalangkong ḍâ' ka emma' sareng eppa' (ibu-bapak),” katanya.

Ramadan yakin, setiap jejak langkah dan perjuangannya senantiasa dalam doa serta dukungan dari kedua orangtuanya. Mengingat itu, ia pun merasa percaya diri untuk terus menggeluti hobi nge-gym.

Bagi Ramadan Karim, gelar yang baru ia raih ini bukanlah akhir dari perjuangan. Binaragawan muda asal Bangkalan itu mengaku akan terus berupaya meningkatkan latihan agar kelak mampu membawa nama harum Madura di tingkat Internasional.

"Target bawa nama harum Pulau Madura di tingkat internasional, paling tidak jadi atlet binaragawan profesional lah, bukankah semuanya bisa kita mulai dari mimpi, hingga pun atas kehendak-Nya, tiba-tiba kita sudah sampai di sini," tukasnya.