Bupati Sumenep Pesan Ini kepada Pengurus PBVSI 2025-2029
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Bupati Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan pentingnya soliditas organisasi, keterbukaan komunikasi, serta komitmen pembinaan atlet lokal.
Hal tersebut disampaikan kepada kepengurusan baru Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Kabupaten Sumenep.
Penegasan itu disampaikan Achmad Fauzi saat menghadiri pelantikan Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumenep masa bakti 2025–2029.
Acara ini berlangsung khidmat di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (13/2/2026).
Bupati Fauzi, meminta seluruh pengurus menjaga kekompakan dan menghindari konflik internal, terutama kebiasaan menyampaikan kritik di belakang pimpinan organisasi.
Menurut dia, perbedaan pendapat dalam organisasi adalah hal wajar, namun harus disampaikan secara terbuka dan musyawarah.
“Pengurus harus solid. Jangan ada bicara di belakang punggung ketua. Kalau memang ada kekurangan dalam kepemimpinan, sampaikan langsung kepada ketua. Semua bisa dimusyawarahkan,” tutur Fauzi.
Ia menekankan bahwa perbedaan persepsi dan pemikiran tidak boleh menjadi penghambat organisasi.
Jalan tengah melalui dialog, kata dia, merupakan solusi terbaik demi kemajuan pembinaan bola voli di Sumenep.
Lebih lanjut, Fauzi menyoroti pentingnya fokus pembinaan atlet lokal. Ia menilai, selama ini masih terlalu banyak klub atau tim voli di Sumenep yang mendatangkan pemain dari luar daerah saat mengikuti kompetisi.
“Yang terpenting satu tujuan, bagaimana atlet kita benar-benar diwadahi. Jangan sampai di media disebut voli Sumenep hebat, tetapi saat bertanding justru banyak pemain dari luar,” katanya.
Menurut Bupati, indikator keberhasilan pembinaan PBVSI adalah ketika atlet Sumenep mampu bersaing dan justru diminati oleh klub-klub dari luar daerah.
“Harapan saya, justru atlet kita yang diundang keluar. Kalau itu terjadi, baru bisa dikatakan pembinaan PBVSI berhasil,” ucapnya.
Ia juga menegaskan komitmennya sebagai kepala daerah untuk mendukung lahirnya atlet bola voli yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Sumenep di tingkat regional maupun nasional.
Selain itu, Fauzi mengingatkan agar proses seleksi atlet dilakukan secara terbuka dan profesional, tanpa praktik titipan yang berpotensi merusak kualitas pembinaan.
“Seleksi harus terbuka, tidak boleh ada atlet titipan. Kalau ada titipan, nanti repot. Bahkan kalau itu ponakan saya sendiri dan tidak layak, coret saja,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




