dimadura
Beranda Tomang Sumenep Dinsos P3A Sumenep Terus Lakukan Pendampingan Bayi yang Terlantar

Dinsos P3A Sumenep Terus Lakukan Pendampingan Bayi yang Terlantar

Foto: Ketika Dinsos P3A Sumenep mengunjungi bayi terlantar yang dirawat di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, (Ari/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA–Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memastikan terus melakukan pendampingan terhadap bayi perempuan yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi terluka di wilayah kota Sumenep.

‎Sebelumnya, seorang bayi perempuan ditemukan dalam kondisi terluka di rumah warga di Jalan Trunojoyo Gang IX, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

‎Kepala Dinsos P3A Sumenep, Rahman Riadi, melalui Pelaksana Tugas Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Tri Budi Hastuti, menyatakan bahwa bayi itu saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dengan pengawasan dinas.

‎“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan terhadap bayi ini. Saat ditemukan, pihak kepolisian langsung mengarahkan ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan, termasuk memastikan tumbuh kembang dan kondisi kesehatannya,” ucap Tutik, sapaan Tri Budi Hastuti, Selasa (17/2/2026).

‎Ia menjelaskan, setiap tindakan medis yang dilakukan terhadap bayi tersebut tetap dikoordinasikan dengan dinas sosial sebagai penanggung jawab sementara sekaligus orang tua asuh administratif selama proses penanganan berlangsung.

‎Saat ini, bayi masih ditempatkan di ruang perawatan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) unit perawatan intensif bagi bayi baru lahir di RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

‎”Sampai hari ini bayinya dalam kondisi sehat serta terus dipantau tim medis,” jelasnya.

‎Dinsos P3A juga menunggu kesiapan keluarga untuk mengambil alih perawatan.

Proses itu diawali dengan penyerahan surat pernyataan dari pihak keluarga yang menyatakan kesungguhan dan komitmen untuk merawat bayi tersebut.

‎Surat pernyataan ini kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial. Selanjutnya, Dinas Sosial menyusun berita acara serah terima bayi yang disaksikan oleh pihak kepolisian dan rumah sakit.

‎Apabila keluarga dinyatakan siap, dinas akan melakukan verifikasi sebelum menyerahkan kembali pengasuhan bayi.

‎Selain itu, dinas turut memantau kondisi kesehatan serta menjamin pembiayaan perawatan selama status bayi masih dalam pendampingan negara.

‎Sebelumnya, lanjut Tutik, dinas sempat menerbitkan rekomendasi bayi terlantar guna mempermudah klaim biaya perawatan sebelum orang tua kandung ditemukan.

‎Penanganan kasus ini dilakukan secara terpadu bersama Polres Sumenep dan pihak rumah sakit daerah.

‎Menurut dia, secara prosedur bayi yang ditelantarkan masuk kategori balita terlantar sehingga masyarakat diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau kepolisian setempat apabila menemukan kejadian serupa.

‎“Peristiwa seperti ini hampir setiap tahun ada. Karena itu, kolaborasi antara dinas sosial, kepolisian, dan rumah sakit terus kami perkuat,” pungkasnya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan