Drama Unik Penanganan Kasus Maling Sapi di Ganding Sumenep
NEWS, DIMADURA – Di Ganding, Sumenep, bisik soal hukum yang pincang terdengar lebih nyaring daripada suara jangkrik di malam hari. Warga mulai menautkan kembali rangkaian pencurian sapi yang tak kunjung reda, hingga menemukan satu kejanggalan yang sulit ditepis.
Di kecamatan setempat, ramai diperbicangkan dua nama yang sejak awal disebut sebagai otak komplotan, S dan A, tiba-tiba hilang dari berkas perkara. Padahal, keduanya pernah ditangkap, disidangkan, dan mengungkap delapan orang lain dalam jaringan pencuri sapi yang meresahkan.
Ketika laporan baru muncul dan aparat kembali bergerak menangkap dua terduga lain, R dan SP, justru S dan A, tokoh sentral dalam pusaran kasus ini, seakan menghilang di tikungan proses hukum.
Cerita mencuat dari riwayat panjang pencurian sapi yang menghantui warga Ganding dalam beberapa bulan terakhir.
S dan A, dua bersaudara yang disebut-sebut memimpin kelompok pencuri beranggotakan sekitar sepuluh orang, pernah ditangkap dan divonis sekitar 1 tahun 8 bulan penjara pada kasus pertama. Vonis itu sempat menenangkan warga yang merasa keadilan mulai bekerja.
Namun ketenangan itu tak bertahan lama. Modus serupa kembali memunculkan laporan baru, dan nama S serta A kembali disebut sebagai dalangnya.
Dalam pemeriksaan kasus pertama, keduanya bahkan menyebut ada delapan pelaku lain, termasuk R dan SP, yang kemudian menjadi pintu masuk aparat untuk mengembangkan penyelidikan kedua.
Tim Resmob lantas menangkap R dan SP di luar kota. Penangkapan itu sempat memberi harapan bahwa jaringan pencuri sapi ini akan diurai hingga tuntas. S, A, R, dan SP sempat berada dalam satu jalur perkara yang sama selama proses penyidikan.
Keanehan muncul saat berkas dilimpahkan ke kejaksaan. Nama S dan A mendadak tak tercantum. Yang tersisa hanya R dan SP, dua orang yang sebelumnya disebut hanya anggota dan bahkan diproyeksikan sebagai saksi kunci, tetapi kemudian justru berubah status menjadi tersangka utama.
Kabar hilangnya dua aktor sentral ini dari berkas perkara cepat menyebar. Dari warung kopi hingga gardu ronda, warga mempertanyakan arah penanganan kasus.
Mereka heran bagaimana dua sosok yang disebut sebagai dalang justru tak tersentuh, sementara pelaku lain harus menanggung status hukum yang lebih berat.
Di tengah situasi yang meragukan itu, isu lain ikut beredar. Ada dugaan aliran uang dalam jumlah besar yang disebut-sebut digunakan untuk meloloskan S dan A dari jerat hukum.
Kabar ini belum terverifikasi, namun masyarakat Ganding kini kembali merasa awas dan cemas akan keamanan ternak mereka.
Di sisi lain, mereka juga mulai ragu, apakah proses hukum berjalan apa adanya. Pertanyaan ini menggantung di benak mereka, benarkah keadilan bisa dibeli, atau ada sesuatu yang tak terlihat sedang bekerja di balik kasus maling sapi ini.
***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





