Pertanyaan-pertanyaan seperti itu layak dijawab melalui penelitian. Sebab, laut yang mengelilingi Sumenep menyimpan lebih banyak cerita daripada yang selama ini kita ketahui.
Surga yang Jauh
Cerita serupa terlihat pada sektor pariwisata.
Gili Labak, Gili Iyang, Pantai Sembilan, Kangean hingga Masalembu menawarkan panorama yang sulit dicari tandingannya.
Namun, wisata kepulauan masih berhadapan dengan persoalan klasik. Transportasi laut. Dermaga. Konektivitas. Fasilitas dasar.
Padahal, Badan Pusat Statistik menempatkan pariwisata sebagai salah satu sektor yang terus diproyeksikan menopang perekonomian daerah.
Kalau ditanya, mengapa potensinya belum melesat? Maka jawabannya adalah, barangkali karena kita masih menyusun kebijakan kepulauan menggunakan cara berpikir wilayah daratan.
Persoalan
Biaya membangun sekolah di pulau kecil berbeda dengan membangun sekolah di pusat kota.
Biaya menghadirkan dokter, internet, listrik, hingga bahan bangunan juga berbeda.
Laut menghadirkan tantangan yang tak bisa diselesaikan dengan rumus pembangunan daratan.
Karena itu, saya memandang usulan Kabupaten Sumenep Kepulauan memiliki arti strategis.

