dimadura
Beranda Tomang Sumenep Ikon “Selamat Datang” Kota Sumenep Gelap Berhari-hari, Herman: “Rumah Hantu Nih Namanya”

Ikon “Selamat Datang” Kota Sumenep Gelap Berhari-hari, Herman: “Rumah Hantu Nih Namanya”

KOLASE. Seorang Pengendara Menunjuk Kawasan Tugu Keris Raksasa di Desa Sendang, Pragaan, Sumenep, Sabtu malam tanggal 28 Februari 2026 (Sc.video/doc.dimadura)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS DIMADURA Kondisi memprihatinkan terlihat di kawasan ikon pintu masuk Kota Sumenep. Penerangan di area tugu “Selamat Datang” dilaporkan mati total dalam beberapa hari terakhir, sehingga memicu keluhan masyarakat dan pengguna jalan.

Padamnya lampu di kawasan tersebut membuat area yang selama ini menjadi simbol penyambutan tamu dan wajah awal kota tampak gelap gulita pada malam hari. Sejumlah warga menilai kondisi ini berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat arus lalu lintas meningkat.

Herman, warga yang ditemui di lokasi mengatakan, kondisi tersebut mestinya dapat perhatian serius pemerintah daerah.

“Lokasi ini kan salah satu wajah utama Kota Sumenep, harusnya mencerminkan tata kelola yang baik, pelayanan publik pemerintah daerah yang bagus,” katanya, Sabtu malam tanggal 28 Februari 2026.

“Pintu masuk kota lagi, harusnya kan jadi perhatian. Kalau gelap seperti ini kan rawan kecelakaan,” imbuhnya.

Selain berkaitan dengan faktor keselamatan, Herman juga mengeluhkan menurunnya estetika kawasan. Area tugu “Selamat Datang” selama ini dikenal sebagai salah satu titik kebanggaan warga sekaligus lokasi favorit untuk berfoto.

“Ya, kondisi penerangannya mati total gini, jangankan bicara keindahan, ikon kota, rencana rest area atau apa lah, rumah hantu nih namanya,” kesan dia sambil tertawa.

Herman lanjut berharap kepada pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo agar segera mengambil langkah cepat.

Ia meminta instansi terkait lakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan penyebab kerusakan, baik akibat gangguan teknis, jaringan listrik, maupun faktor lainnya.

Berdasarkan penelusuran, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep mengelola anggaran perawatan lampu penerangan jalan umum (PJU) sebesar Rp613.264.000 yang bersumber dari APBD Sumenep 2025.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan lampu LED, bahan baku lampu bohlam, serta kebutuhan pemeliharaan PJU.

Kepala Disperkimhub Sumenep, Yayak Nurwahyudi, menyatakan bahwa tidak ada lampu PJU yang mengalami gangguan. Menurutnya, yang padam adalah lampu taman yang berjajar di sepanjang jalan.

“Kalau lampu taman, kami akui memang sudah lama mati. Tapi kalau lampu PJU di sana tidak ada masalah,” terangnya.

Ia mengakui masih banyak lampu penerangan yang membutuhkan perbaikan. Namun, keterbatasan personel menjadi salah satu kendala dalam percepatan penanganan. “Hanya ada 12 personel dan itu dibagi empat tim,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan perbaikan akan dilakukan secara bertahap. Ia juga meminta masyarakat bersabar karena laporan kerusakan lampu yang masuk melalui layanan Call Center 112 cukup banyak.

“Yang melapor melalui call center 112 memang banyak, dan pasti kami perbaiki secara bertahap,” tandas Yayak Nurwahyudi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian terkait target waktu perbaikan lampu taman di kawasan ikon pintu masuk Kota Sumenep tersebut. ***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

2

Konten Iklan