NEWS, MADURA – Di tengah keluhan masyarakat terkait antrean panjang hingga kosongnya stok BBM bersubsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Madura, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) merespons situasi tersebut melalui siaran pers yang menjelaskan kondisi pasokan energi secara umum di wilayah Jawa Timur.


Dalam siaran pers tertanggal 27 Juni 2026, Pertamina menyatakan telah mengoptimalkan seluruh rantai pasok distribusi BBM guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, termasuk dengan meningkatkan penyaluran di atas rata-rata konsumsi normal harian.


Pertamina mengklaim penyaluran Pertalite secara kumulatif telah mencapai 96,6 persen dari kuota tahun berjalan, sedangkan Biosolar telah mencapai 103,3 persen dari kuota kumulatif yang tersedia.


"Angka tersebut mencerminkan komitmen Pertamina untuk terus memastikan distribusi BBM berjalan optimal sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," tulis Ahad Rahedi, dalam siaran pers Pertamina yang diterima media ini, Senin (29/6) sore.


Perusahaan energi pelat merah itu juga menyebut telah mengoperasikan seluruh Fuel Terminal dan Integrated Terminal di wilayah Jawa Timur selama 24 jam serta menerapkan skema alih suplai dari sejumlah terminal di Jawa Timur hingga Jawa Tengah.


Untuk memperkuat distribusi, Pertamina menambah kapasitas angkut armada mobil tangki sebesar 608 kiloliter sehingga total kapasitas distribusi mencapai 22.196 kiloliter per hari.


Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, lanjut menyampaikan bahwa berbagai langkah tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan energi masyarakat.


"Pertamina terus mengoptimalkan seluruh infrastruktur dan sumber daya yang dimiliki agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi. Penyaluran kami tingkatkan di atas rata-rata kebutuhan normal, operasional Fuel Terminal dan Integrated Terminal berlangsung selama 24 jam, armada mobil tangki kami tambah, serta pola distribusi terus kami evaluasi secara berkala agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal," ujarnya.


Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena pasokan disebut tetap aman dan terus disalurkan secara berkesinambungan.


Namun demikian, dalam siaran pers tersebut Pertamina tidak menjelaskan secara spesifik penyebab kosongnya stok BBM bersubsidi di Pulau Madura maupun kapan distribusi di wilayah tersebut dapat kembali normal.