Pertama, membangun sinergi antara Kementerian Pertanian dan pengusaha HIPKA yang bergerak di sektor pertanian. Kedua, mendukung program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain membahas ketahanan pangan secara umum, pertemuan tersebut turut menyoroti peluang pengembangan usaha kopi.
Dukungan penyediaan benih menjadi salah satu kebutuhan yang dibicarakan untuk membantu pengusaha mengembangkan kegiatan usahanya di sektor perkebunan.
Ali mengatakan, Kementerian Pertanian menyatakan dukungan terhadap pengusaha kopi, terutama terkait penyediaan benih.
“Kementerian Pertanian akan mendukung penuh pengusaha kopi, khususnya dalam hal pemberian benih,” ujar Ali.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah dan pelaku usaha.
Namun, lanjut dia, bentuk pelaksanaan, mekanisme penyaluran benih, serta jumlah pengusaha yang akan terlibat masih perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi kedua pihak.
Kolaborasi ini juga dinilai dapat mempertemukan kebutuhan pemerintah dalam pembangunan pertanian dengan kapasitas pelaku usaha, mulai dari pengembangan produksi hingga penguatan kegiatan ekonomi berbasis komoditas perkebunan.
Dalam audiensi itu, rombongan BPP HIPKA terdiri atas Ketua Ali Hasan Mun’im, Sekretaris Jenderal Ahmad Muntaha, Wakil Ketua Umum George Edwin, serta Jack dari kompartemen.
Hadir pula Ketua Badan Pengurus Wilayah HIPKA Jawa Barat Kurnia dan Ketua Badan Pengurus Daerah HIPKA Kota Bogor Riski.

